Pernyataan serius ini dilontarkan Hillary di depan pendukungnya dalam kampanye di Dover, New Hampshire, Senin (7/1/2008), seperti dikutip AFP. Senator asal New York itu kemudian mengungkapkan, Al Qaeda pernah berniat meneror Inggris di hari ketika Gordon Brown menjadi perdana menteri Inggris menggantikan Tony Blair.
"Saya pikir itu bukan merupakan kebetulan ketika Al Qaeda ingin menguji PM yang baru," ucap Hillary mengacu pada penemuan bom di London dan Glasgow yang gagal diledakkan pada Juni 2007 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Hillary ini memang secara tidak langsung ditujukan kepada Obama yang menang di Kaukus Iowa pekan lalu. Hillary pun kemudian mengumbar janji. "Janganlah lupa, kalian sekarang mendengar seorang presiden yang tidak melakukan sesuatu yang hanya dijanjikan oleh para kandidat jika terpilih. Kalian mendengar seorang presiden yang akan berada di sini, ketika semua masalah masalah muncul. Karena itulah kalian membutuhkan seorang presiden yang mampu mengambil keputusan yang sulit," ucapnya.
Meski begitu, Hillary mengatakan dia tidak berharap jika terpilih nanti akan menghadapi kesulitan tersebut dalam 100 hari pertamanya memimpin. "Tapi ketika itu terjadi, saya akan siap," tegasnya.
Hillary kemudian berpendapat, menurutnya sosok Obama yang baru berumur 46 tahun sangat tidak berpengalaman untuk menjadi pemimpin AS, sesuatu yang menurut Hillary dimilikinya selama ini.
Sementara sang suami mantan Presiden AS Bill Clinton juga menyebutkan hal yang sama. Dikutip dari Washington Post, mengacu pada serangan teroris 11 September 2001, Clinton menyebutkan, presiden AS berikutnya harus siap mati untuk menghadapi tantangan keamanan yang mengancam AS.
"Kalian harus memiliki seorang pemimpin yang kuat dan sangat meyakinkan... untuk menghadapi sesuatu yang tak terduga. Selalu ada peluang diatas 50 persen dalam tahun pertama masa kepemimpinan presiden berikutnya akan terjadi sesuatu yang tidak pernah dibahas saat kampanye," ujar Clinton.Β (bal/bal)











































