5 Speedboat Iran Provokasi 3 Kapal Perang AS

5 Speedboat Iran Provokasi 3 Kapal Perang AS

- detikNews
Selasa, 08 Jan 2008 01:27 WIB
Hormuz - Sebuah insiden yang hampir berujung perang terbuka nyaris terjadi di Selat Hormuz, kawasan Teluk Persia.Β  Melalui radio, 5 kapal boat Iran mengancam akan meledakkan 3 kapal perang AS yang sedang melintas.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 05.00 waktu setempat, Minggu dinihari (7/1/2008). Saat itu 3 kapal angkatan laut AS USS Port Royal, USS Hopper daj USS Ingraham sedang melakukan perjalanan melintasi selat Hormuz di Teluk Persia.

Tiba-tiba, 5 kapal kecil jenis speedboat yang diyakini milik pasukan Garda Revolusi Iran bermanuver dan memprovokasi. Kapal-kapal Iran kemudian menjatuhkan sejumlah kotak ke laut. Kejadian itu berlangsung kurang lebih selama 20 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan datang kepadamu dan kalian akan meledak dalam beberapa menit lagi," begitu bunyi pesan radio yang dipancarkan kapal Iran.

Mendapat provokasi tersebut, 3 kapal perang AS terpaksa melakukan sejumlah manuver untuk menghindari sambil bersiap menembak.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS Bryan Whitman menyebut tindakan Iran sebagai insiden serius. "Ini sesuatu yang harus dijelaskan," cetusnya seperti dikutip AFP.

Kecaman yang sama disampaikan jubir Dewan Keamanan nasional AS Gordon Johndroe. "Kami meminta Iran tidak melakukan tindakan provokatif seperti itu yang bisa menimbulkan insiden berbahaya di masa yang akan datang," tegasnya.

Sementara, jubir kementerian luar negeri Iran Mohammad Ali Hosseini menyebut hal tersebut sesuatu yang normal. Kedua pihak menurutnya telah mencapai solusi ketika peristiwa itu terjadi.

"Apa yang terjadi kemarin sama seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Itu alami dan isu biasa. Masalah sudah diselesaikan setelah dua pihak saling mengenali," papar Hossein seperti dilansir kantor berita IRNA.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari sebelum kedatangan President George W Bush ke Timur Tengah untuk menyelesaikan proses perdamaian antara Israel dan Palestina.
(bal/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads