"Buatan Sikorsky tahun 1958," kata Kadispen AU Marsekal Pertama Daryatmo ketika dihubungi detikcom, Senin (7/1/2008).
Saat diproduksi, S 58 maut tersebut tidak serta merta memperkuat pertahanan udara TNI AU. Dia baru menjadi bagian dari TNI AU 18 tahun kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menyesuaikan diri, TNI AU lalu memodifikasinya pada tahun 1980. "Kita modifikasi pada tahun 1980 menjadi turbo," paparnya.
Tak heran, karena modifikasi ini, S 58 pun berubah menjadi S 58 T. Hasil modifikasi ini pun tampaknya sia-sia setelah awal tahun 2008, helikopter yang uzur ini terjatuh di Desa Lubuk Agung, Langgam, Kecamatan Bandar Si Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kenapa bisa sampai jatuh. Dugaan sementara penyebabnya adalah kegagalan mesin, padahal sebelum mengudara Daryatmo mengatakan kondisi heli masih bagus.
"Masih, masih layak kok," pungkasnya. (gah/bal)











































