Ketua RT Babak Belur Dianiaya Anggota TNI AL Lanal Dumai

Ketua RT Babak Belur Dianiaya Anggota TNI AL Lanal Dumai

- detikNews
Senin, 07 Jan 2008 14:47 WIB
Pekanbaru - Tindakan tak terpuji dilakukan dua orang yang diduga oknum TNI AL dari Lanal Dumai, Riau. Keduanya menganiaya Tumin (47), seorang ketua RT hingga babak belur.

"Sampai sekarang saya masih trauma. Padahal saya mau mencoba mendamaikan warga saya yang dipukul anggota TNI AL. Tapi kok malah saya juga jadi korban keberingasan mereka,” kata Tumin yang merupakan Ketua RT 04 Desa Teluk Dalam, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Senin (7/1/2008).

Tumin menceritakan, penganiayaan itu dilakukan dua anggota TNI AL yakni Pratu Oneng dan Sapta di rumahnya pada 28 November silam. Perisiwa itu disaksikan anaknya serta para tetangga. Namun tak satu pun warga yang berani ikut campur.

Peristiwa tersebut berawal saat dua warga Tumin, yakni Epek (25 tahun) dan Dedy (30) mengadu telah dianiaya 2 anggota TNI AL. Kejadian itu terjadi ketika keduanya baru saja pulang dari mengantarkan orang sakit dengan kapal motor.

Saat kapal motor melintas di depan gudang PT Gudang Garam, dua anggota TNI AL melambaikan tangan tanda kapal harus berhenti. Epek dan Dedy pun berhenti. Namun tak disangka, kedua anggota TNI AL itu menuding Epek dan Dedy baru saja merambah kayu di hutan. Tapi tudingan itu dibantah keduanya.

"Namun kemudian kedua anggota TNI AL memukuli kedua warga saya. Dari sana warga saya mengadukan hal itu kepada saya selaku ketua RT. Saya pun mengambil inisiatif mengirim surat kepada dua anggota TNI AL untuk menyelesaikan persoalan tersebut," terang Tumin.

Surat untuk mengajak berdamai ini pun, di antarkan anak Tumin kepada kedua anggota TNI AL yang bertugas menjaga gudang rokok itu. Tak berapa lama, TNI AL ini datang dengan berpakaian dinas warna biru laut dengan menenteng senjata laras panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupanya kedua prajurit ini merasa tersinggung dengan tindakan Tumin. Mereka pun kemudian melakukan penganiayaan terhadap pria tersebut.

"Ada sekitar 3 menit saya digebukin tanpa melawan. Saya tersungkur ketika alat vital saya ditunjang Oneng. Hampir sebulan alat vital saya mengalami pembengkakan. Sampai sekarang masi terasa nyeri," terang Tumin. (cha/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait