SBY Tinggalkan JK, Gandeng AT

Prediksi Mistik Politik 2008 (3)

SBY Tinggalkan JK, Gandeng AT

- detikNews
Senin, 07 Jan 2008 13:53 WIB
Jakarta - Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda bersaksi, jika Gunung Merapi batuk-batuk dan disusul meletusnya gunung-gunung di tanah Jawa, maka itu berarti terjadi suksesi di Jagad Manusia. Realitasnya sekarang, Gunung Merapi tenang. Yang meletus justru Gunung Kelud, Gunung Semeru, dan bukit longsor di Karanganyar (Lawu). Tengara apakah gerangan?

Gejolak alam itu secara metafisis memberi tanda, suksesi tidak terjadi di tanah Jawa. Malah jika ditilik dari 'watak' tiga gunung itu terselip pesan, inilah masanya negeri ini menuju jaman Kalasuba. Sebab ketiga gunung itu mempunyai 'watak pinandito', pusat ketenangan, dan pusat ndadar batin menuju keutamaan jiwa.

Gunung Kelud, misalnya. Di Gunung ini dipercaya sebagian orang Jawa sebagai area kembalinya Raja Jayabaya dari mokswanya. Raja itu menempatkan Tunggul Wulung, panglima perangnya untuk menjemput 'kedatangan keduanya' ke bumi. Sedang di Selo Mangleng, Gatoloco tetap setia menjaga kawasan kota Kediri agar terhindar dari marabahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunung Semeru, diyakini sebagai tempat bertapanya Semar. Tokoh wayang ini bagi orang Jawa tidak sekadar 'kulit yang dilukis'. Semar merupakan personifikasi orang Jawa yang sempurna. Wataknya rendah hati, penampilannya sederhana, menerima suratan miskin, hidup di desa, tetapi dengan kewaskitaan dan kesaktian yang tiada-tara. Ini senjata pamungkas kalau sewaktu-waktu dinista dan dizalimi penguasa.

Sedang Gunung Lawu bagi kepercayaan Jawa, merupakan pusat mokswanya raja Majapahit. Di daerah ini pula sang raja madheg pandito. Menghindarkan diri dari kehidupan duniawi, dan mensucikan diri di Candi Sukuh yang acap disebut candi porno itu. Tak berlebihan bila
hingga kini pejabat yang percaya selalu melakukan ritus ke gunung ini. Mereka 'mencari' jabatan melalui spiritulitas yang dikenal dengan istilah ngalab berkah.

Jika kenyataan itu ditafsirkan secara metafisis, suksesi Insyaallah tidak terjadi di Pulau Jawa. Itu artinya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pimpinan tertinggi negeri ini, akan kembali memangku jabatan itu hingga kali kedua. Jika Allah mengijinkan, ramalan ini akan menjadi kenyataan seperti ramalan penulis tentang SBY saat dia belum maju sebagai
Capres, juga sama dengan ramalan terhadap Fauzi Bowo sebelum partai-partai mendukungnya.

Kalau di Jawa tidak terjadi suksesi, bagaimana dengan kondisi di luar Jawa? Ini yang mengejutkan. Gunung di luar Jawa serentak memuntahkan lahar. Dari Karangetang di Halmahera, Soputan di Sulawesi Utara, sampai Merapi di Padang, Sumatera Barat semuanya kompak bergejolak.

Pergolakan di Jagad Api itu secara metafisis merupakan tengara terhadap apa yang bakal terjadi di luar Jawa. Suksesi yang tak terjadi di Jawa, justru memberi tanda bakal berlangsung di luar Jawa. Untuk memprediksi siapa yang lengser dan siapa yang berjaya, maka enginventarisir tokoh-tokohnya.

Di luar Jawa, yang paling menonjol adalah tiga tokoh. Pertama Jusuf Kalla (JK) yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden. Kedua Akbar Tanjung, mantan Ketua Golkar yang tetap membawa loyalisnya dalam 'gerbong ilegal' serta menguasai kalangan mahasiswa dan anak muda, dan ketiga adalah Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo yang selalu berprestasi itu.

Tiga tokoh ini ibarat main dacin. Posisinya harus selalu imbang. Dengan begitu, jika tengara alam itu 'menunjuk' terjadinya suksesi, maka yang tergantikan adalah JK. Ia akan lengser, dan posisinya ditempati Akbar Tanjung.

Kenapa begitu? Hitungan politis perlu dihitung. Akbar Tanjung dengan massa fanatik di tubuh Golkar, serta jaringan yang kuat di kalangan anak muda dan mahasiswa merupakan modal yang sangat berharga. Ditambah manuver politiknya mewadahi anggota Golkar yang dulu menjadi awan-lawannya, yang tidak diakomodasi JK, maka posisi Akbar sekarang lebih kuat dibanding saat dia 'hanya' Ketua Golkar.

Bagaimana dengan Fadel Muhammad? Fadel memang cerdas dan berprestasi. Tapi modal itu saja belum cukup untuk bertarung di tahun 2009 nanti. Perlu kekuatan ekstra dan penggalangan ekstra. Fadel akan muncul sebagai kekuatan di tahun 2014 bersama Soetrisno Bachir, Yenny ahid, dan mungkin Puan Maharani. Benarkah begitu? Kita lihat dan buktikan sama-sama. (Habis)Β *Djoko Suud Sukahar, pemerhati buadaya.


(iy/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads