Hani (42), ibu mertua CP mengatakan, menantunya mengalami demam tinggi sejak Sabtu 5 Januari. Warga Kampung Situburung RT 2 RW 3 Desa Mekarwangi Majalaya, Kabupaten Bandung itu kemudian dibawa ke mantri desa yang selanjutnya dibawa ke RSU Majalaya pada Minggu, 6 Januari 2008.
"Malamnya langsung dibawa ke RSHS dan langsung dirawat di ruang Flamboyan (ruang rawat khusus pasien suspect flu burung-red)," ujarnya di RSHS, Jalan Pasteur, Senin (7/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama RSHS Cissy RS Prawira mengatakan, kematian ayam milik CP mencurigakan. Sebab jengger ayam-ayam tersebut berwarna biru.
"Suhu badan CP 36 derajat celsius dan pernapasan masih normal. Kami langsung menanganinya dengan memeriksa darah dan terus memantau pernapasan pasien," tuturnya.
Arlan Negatif Flu Burung
Mengenai kematian pasien suspect flu burung Arlan Tamrin, menurut Cissy, hasil tes menunjukkan Arlan negatif flu burung. Tim dokter RSHS sudah melakukan cek darah sebanyak 2 kali
"Memang masih ada satu lagi tes, tapi biasanya jika tes satu dan kedua negatif, yang ketiga pun negatif," katanya.
Arlan, lanjutnya, mengidap penyakit radang paru-paru yang berujung kepada rusaknya organ-organ lain karena oksigen yang masuk ke dalam tubuhnya kurang. "Organ yang rusak seperti ginjal dan organ pernapasan," tambah Cissy.
Sedangkan dua pasien suspect lainnya, Bambang dan Asup yang dirawat sejak 29 Desember lalu, rencananya akan keluar hari ini. Keduanya dinyatakan negatif. (ern/djo)











































