As'ad dan Budi Santoso Perlu Dimunculkan ke Persidangan

Kasus Pembunuhan Munir

As'ad dan Budi Santoso Perlu Dimunculkan ke Persidangan

- detikNews
Senin, 07 Jan 2008 10:17 WIB
Jakarta - Bagi Moch Assegaf, pengacara Pollycarpus Budihari Priyanto, surat permintaaan agar Polly menjadi coorporate security merupakan hal misteri. Karena itu, Wakil Kepala BIN M As'ad dan agen senior Budi Santoso perlu dihadirkan ke persidangan.

"Sekarang As'ad dan Budi masih ada. Kenapa semua dibiarkan tidak terbukti. Untuk atas nama kebenaran, seharusnya keduanya diperiksa dan dihadirkan ke persidangan," kata Assegaf saat dihubungi detikcom, Senin (7/1/2008).

Kemunculan surat inilah yang menjadikan kabar bahwa ada kaitan Pollycarpus dengan BIN menjadi awet. Bahkan, Budi Santoso dalam kesaksiannya, pernah diminta Polly mengoreksi draf surat yang dibikin Polly itu. Sementara As'ad perlu diperiksa dan dihadirkan ke persidangan, karena dialah yang menandatangani surat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Assegaf, kesaksian Budi Santoso semakin membuat misteri keberadaan surat tersebut. Ada empat hal, menurut Assegaf, yang membuat surat tersebut masih berkabut misteri:

1. Surat asli tidak pernah ditemukan dan hilang
2. Surat asli itu disebut-sebut dibawa-bawa Dirut Garuda Indra Setiawan sampai 4 bulan lebih. "Ini gak logis. Itu kan katanya surat resmi, ada kop surat ditembuskan juga ke Menneg BUMN. Kalau memang surat resmi, mengapa tidak di-file di surat-surat Garuda," kata Assegaf.
3. Konon katanya surat tanda tangani Moch As'ad. "Kenapa dia tidak diperiksa?" ujar Assegaf.
4. Surat itu kabarnya ditembuskan ke BUMN. "Kalau ini bagian dari operasi intelijen, ini gak logis. Masa operasi intelijen menggunakan surat seperti itu. Kan ini juga sudah dibantah Hendropriyono," jelas Assegaf.

Mengenai kesaksian Budi Santoso, Assegaf memang sudah mendengarnya. Namun, kesaksian Budi Santoso di BAP itu hanya sekadar ingin memperlihatkan adanya hubungan antara Polly dengan BIN. "Apakah kesaksian Budi itu membuktikan bahwa Polly terlibat pembunuhan Munir?" tanya Assegaf.

Bagi Assegaf, operasi intelijen tidak bisa dilakukan seperti itu, apalagi muncul surat. Bahkan, para intelijen yang terlibat dalam suatu operasi, biasanya juga tidak saling mengetahui.

"Jadi, jangan sampai sesuatu yang samar-samar membuat orang yang tidak salah dihukum. Itu tidak adil dan menyakitkan. Dan kesaksian Budi Santoso ini menambah misteri mengenai surat ini, karena kesaksiannya tidak bisa kita uji di persidangan," ujar dia.

Hingga saat ini, kata Assegaf, Pollycarpus tetap konsisten membantah memiliki hubungan dengan BIN. Polly juga membantah membuat dan mengirimkan surat itu kepada Indra Setiawan ke Hotel Sahid. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads