"Kesehatannya memperlihatkan banyak kemajuan, meski keadaan umum masih lemah, tapi kesadaran membaik," kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono dalam jumpa pers di RSPP, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2008).
Menurut Mardjo, tekanan darah penguasa Orde Baru itu stabil pada angka 110-120 mmhg. Jantung dan paru-paru Pak Harto juga memperlihatkan perbaikan. Penumpukan cairan di seluruh tubuh berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah membaik, program terapi medis intensif tetap dilanjutkan dengan monitoring ketat dan tambahan transfusi darah.
"Hari ini akan dilakukan transfusi darah meskipun hb-nya 8,3 tidak ada penurunan," ujarnya.
Untuk mencegah penurunan kembali kondisi umum Soeharto, lanjut dia, untuk sementara waktu kunjungan sangat dibatasi. (ana/sss)











































