Maklum di lantai itu saat ini sedang di rawat mantan Dubes RI untuk Malaysia Rusdihardjo. Sejak nama pria kelahiran Surakarta ini disebut KPK sebagai tersangka pungli di KBRI Malaysia dan akan ditahan, Kamis (3/1/2008), pihak keluarga memperketat tamu yang akan berkunjung ke kamar tempat Rusdihardjo dirawat.
Jangan heran ketika beberapa wartawan yang keluar dari lift di lantai 4, langsung mencegat dan menanyakan maksud kedatangan. Begitu tahu yang datang wartawan, tanpa berbicara panjang lebar, Satpam itu menyodorkan surat yang berisi " pasien menolak untuk menerima tamu ". Di bawah tulisan itu tertoreh tanda tangan Warsito Sanyoto SH dan Junimart Girsang SH, yang disebut sebagai pengacara Rusdihardjo.
Berulang kali satpam itu dibujuk. Tapi tetap saja ia menolak untuk mempersilakan."Saya takut Mas, nanti diomelin," begitu kata pria bertubuh sedang tersebut. Namun ketika satpam itu lengah, wartawan langsung menyelinap dan mencari kamar VIP bernomer 422, tempat mantan Kapolri era pemerintahan Presiden Gus Dur itu dirawat.
Ruangan itu berada di lorong di sebelah kiri dan berada di barisan kanan pojok dekat kaca. Di depan kamar Rusdihardjo tergantung papan bertuliskan "Pasien tidak menerima tamu siapapun" dengan warna merah. Di tengah pintu terdapat kaca berukuran 20x20 cm. Meski berukuran kecil, tapi dari kaca itu dapat melihat seisi ruangan tersebut.
Melalui kaca itu pula terlihat sebagian tubuh Rusdihardjo. Sebab sebagian yang lain tertutup tirai berwarna hijau yang membentuk huruf L. Di sana terlihat sosok tubuh Rusdihardjo yang tergolek lemah.
Tak lama berselang muncul Ami, putri sulung Rusdihardjo, menghampiri wartawan. "Maaf ya, ada keperluan apa?" kata Ami. Setelah itu Ami pun melarang wartawan untuk melihat dari dekat kondisi ayahnya.
"Bukannya saya tidak mengijinkan untuk mewawancarai bapak, tapi tolonglah beliau sedang istirahat karena kesehatannya sedang terganggu," kata Ami. Namun perempuan berambut pendek sebahu dan berkacamata ini memperbolehkan wartawan untuk sekedar melihat keadaan bapaknya yang sedang tidur.
Di sekeliling tempat tidur Rusdihardjo terlihat banyak kantung plastik untuk menampung air seni yang dikeluarkan melalui selang cateter. Selang cateter sebesar jari kelingking ini dipasang di alat vitalnya Rusdiharjo untuk membantu pembuangan air seni. Di tangannya juga terdapat selang infus.
Pria berambut pendek dan berkumis ini sedang tertidur lelap. Tidak lebih semenitan, Ami segera meminta wartawan untuk keluar dengan memberikan kode melalui tangannya. Wanita yang menggunakan sweater coklat ini juga mengatakan, Sabtu malam ayahnya akan dioperasi menggunakan sinar laser untuk memecah batu yang menyumbat saluran air seni.
Selain punya penyakit gangguan saluran kandung kemih, jelas Ami, Rusdihardjo juga mengidap penyakit darah tinggi dan pernah melakukan operasi jantung. Karena itu dokter yang menanganinya harus hati-hati benar.
Soal kasus yang menimpa Rusdihardjo saat bertugas menjadi Dubes Malaysia, Ami dan keluarganya, masih yakin kalau Rusdihardjo tidak bersalah. Apalagi menerima pungli dari mantan anak buahnya seperti yang ramai dibicarakan.
"Saat ini pihak keluarga hanya berkonsentrasi kepada pemulihan kesehatan bapak. Untuk masalah hukum dan lain-lain kami sudah limpahkan ke pengacara" kata Ami kepada detikcom, sebelum menutup kembali pintu ruangan VIP bernomer 422 itu. (ron/iy)











































