Virus Ebola Hantui Pasukan Perdamaian RI di Kongo

Virus Ebola Hantui Pasukan Perdamaian RI di Kongo

- detikNews
Senin, 07 Jan 2008 06:21 WIB
Jakarta - Serangan mematikan mengancam pasukan perdamaian PBB di Kongo, termasuk pasukan asal Indonesia. Bukan dari serangan militer tetapi dari virus ebola.

"Seluruh pasukan dan staf siaga 1 terhadap kemungkinan mewabahnya penyakit ebola," kata juru bicara pasukan Indonesia yang bertugas di Kongo, Satgas Zeni Konga XX-E, Mayor Inf Sunarto dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (7/1/2008).

Wabah virus ebola ini memang pertama kali mewabah di Zaire, sekarang bernama Republik Demokrasi Kongo pada 1976 lalu. Berdasarkan laporan resmi yang dikeluarkan tim monotoring nasional Uganda, kasus ebola kembali muncul di Uganda Barat, tepatnya di wilayah Bundybagyo dan Kikyo, berbatasan langsung dengan Kongo.

"Karena wilyah itu hanya berjarak 150 Km dari markas pasukan PBB, secara serentak dilakukan tindakan preventif," tambah Sunarto.

Penyakit yang berat dan tergolong mematikan ini dengan angka kematian 50-90 persen penularannya sangat mudah dan cepat melalui kontak langsung antara lain seperti berjabat tangan, memegang barang yang pernah dipegang penderita, gesekan organ tubuh dan lainnya. Masa inkubasinya berlangsung 2-21 hari, dengan gejala panas, lemas, nyeri otot, muntah-muntah, bercak merah pada kulit, dan diare.

"Sampai saat ini belum ada vaksinasi dan pengobatan yang spesifik. Personel PBB berupaya mengkonsumsi air kemasan, memasak air mendidih hingga minimal 3 menit, cuci tangan dengan sabun desinfektan, meningkatkan kebersihan dan lainnya," jelas Sunarto.
(ndr/fay)


Berita Terkait