"Kita melakukan dua kali pertemuan pagi mulai jam 10.00-12.00 WIT, sore hari juga. Antar perwira juga ngobrol-ngobrol," kata Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Mustafa saat dihubungi detikcom, Minggu (6/1/2007).
Acara konsolidasi itu dilakukan antara kapolres, kapolsek dengan para kepala kompi serta kepala batalion TNI. "Mudah-mudahan keadaan yang sempat tegang dan panas segera aman dan kondusif," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Mustafa menjelaskan bahwa pelaku penganiayaan terhadap Daud, hingga kini belum diketahui. "Pelakunya siapa kita tidak tahu, masih dicari," ujarnya.
Lalu bagaimana dengan pelaku penembakan markas Polres ? "Kita tidak mau menuduh, tapi pelurunya berasal dari senjata berjenis panjang," jelas Mustafa tanpa memerinci lebih lanjut.
Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan pun sejumlah perintah dikeluarkan. "Kita minta anggota untuk tetap berada di tempatnya masing-masing," cetusnya.
Diakui dia permasalahan memang kerap muncul di tingkat bawah, sebagai catatan kejadian serupa pernah terjadi beberapa kali sebelumnya, antara lain saat bulan puasa lalu.
"Di level bawah memang belum ada komunikasi walau sering dilakukan kegiatan bersama. Kalau di tingkat perwira sudah dekat. Kita berharap ini tidak terjadi lagi," tandasnya.
(ndr/fay)











































