Jenazah ini ditemukan antara puncak 1 dan puncak 2 Gunung Agung, Besakih, Karangasem, dengan kemiringan 60-70 derajat. Jenazah ditemukan 1.200 di atas base camp mereka di mana ditemukan tenda dan peralatan lainnya.
Saat ditemukan, jenazah laki-laki yang belum diketahui identitasnya ini mengenakan jaket hitam, celana putih kecoklataan, slayer, jam tangan, dan tanpa sepatu.
Diperkirakan jenazah meninggal karena kedinginan. Sejak tanggal 26 Desember 2007, ketika mahasiswa itu bersama dua rekannya tersebut mulai mendaki suhu sempat mencapai 8 derajat Celsius selama beberapa hari.
"Jenazah ini pertama kali ditemukan Nyoman Sudarsana, dia ini angota tim pramuwisata Besakih," Ketua Pramuwisata Besakih Nyoman Adi Sudarmaya ketika dihubungi detikcom.
Sudarsana yang juga tergabung di tim SAR gabungan, lanjutnya, melakukan pencarian melalui jalur timur Gunung Agung, yang selama ini belum dilalui tim SAR gabungan karena lebih fokus mencari melalui jalur barat.
"Pencarian selama ini lebih banyak dilakukan di jalur barat, karena diduga nyasar di jalur barat," ujar Sudarmaya.
Sementara menurut Kepala SAR Denpasar Ketut Parwa, 2 mahasiswa lainnya, satu perempuan dan satu laki-laki masih dalam pencarian.
"Pencarian oleh Tim SAR gabungan saat ini difokuskan di sekitar TKP tempat penemuan jenazah pertama. Saat ini jenazah sudah dibawa turun menuju posko Besakih. Diperkirakan dari tempat penemuan sampai posko menempuh empat sampai lima jam," ujar Parwa ketika dihubungi detikcom.
3 Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung hilang di Gunung Agung sejak mereka mendaki tanggal 26 Desember 2007 lalu. Mereka adalah Eko Saputra Sudirman (mahasiswa semester III Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa), M Iqbal (semester V Fakultas Bisnis Manajemen), dan Yunita Indah Safitri (semester III Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi). (nwk/nrl)











































