Gus Dur: Memaafkan Soeharto Tak Apa, Tapi Hukum Jalan Terus

Gus Dur: Memaafkan Soeharto Tak Apa, Tapi Hukum Jalan Terus

- detikNews
Minggu, 06 Jan 2008 16:21 WIB
Jakarta - Eks presiden Gus Dur menilai, meski Soeharto sakit, namun proses hukumnya tidak boleh berhenti. Memaafkan kesalahannya tidak soal, asal tidak mengganggu Status hukumnya sebagai tersangka korupsi.

Berikut petikan wawancara wartawan dengan Gus Dur di gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2008):

Bagaimana proses hukum pada Pak Harto?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau dalam keadaan sakit, tentu tidak bisa dibawa ke pengadilan. Itu dulu intinya. Tapi kalau sembuh ya bisa. Sebab kita tidak boleh menganggap sudah sembuh. Secara hukum fatal akibatnya menganggap sakit permanen atau pun tidak permanen, tidak boleh.

Bagaimana jika Pak Harto diberi penghargaan oleh pemerintah karena jasa-jasa beliau sebagai presiden?

Ya tidak masalah, mau dikasih penghargaan atau tidak. Yang jelas tidak boleh mengubah status hukumnya. Kalau memaafkan tidak masalah.

Bagaimana dengan usulan Golkar agar Soeharto dicabut dari segala tuntutan hukum?

Nah itu yang salah. Menurut saya itu nggak tepat. Tidak boleh mengubah status hukum.

Bagaimana usulan Golkar yang tepat?

Ya itu karena akan mengubah status hukum. Status hukum itu ditentukan oleh pemeriksaan.

Apa yang harus dilakukan Kejagung?
Lebih dulu daripada urusin Pak Harto, Kejagung harus urusi korupsi-korupsi besar di tubuhnya.

Gus, orang Pak Harto di pemerintahan masih banyak nggak?

Dulu kan semua PNS orangnya Pak Harto. Saya rasa sekarang masih banyak dan banyak juga yang tidak disenangi oleh Pak Harto.

Kalau di Golkar gimana, Gus?
O ya penuh.

Kabinet SBY dikhawatirkan membelot pada 2008 karena menghadapi Pemilu 2009. Bagaimana, Gus?

Orangnya banyak kok. Kalau guyonnya CIA, sudah tidak ada teroris lagi di Indoneisa. Karena semuanya sudah jadi menteri. Itu saking keterlaluannya.

Menteri PKB yang ada di kabinet SBY dikhawatirkan tidak konsentrasi karena memikirkan Pemilu 2009?

Terus terang SBY angkat menteri nggak pernah omong sama PKB. Sekarang ini Lukman Edy ngomong begini begitu urusan dia.

Jadi PKB nggak ada menteri di kabinet?
Ya nggak ada.

Bagaimana dengan tes kesehatan bagi capres pada Pemilu 2009?

Kita lihat saja nanti. Kalau berani-berani buat curang terhadap saya, nanti rakyat demo besar-besaran di mana-mana karena masyarakat sekarang tidak seperti dulu. (nrl/ddn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads