Whuzz! Badai Hantam Ambon, Pohon Tumbang, Listrik Mati

Whuzz! Badai Hantam Ambon, Pohon Tumbang, Listrik Mati

- detikNews
Minggu, 06 Jan 2008 16:17 WIB
Ambon - Badai menghantam Kota Ambon dan sekitarnya. Sejumlah pohon roboh menimpa rumah, tiang listrik dan telepon. Listrik di Kota Ambon mati.

Pantauan detikcom di Kota Ambon, Maluku, Minggu (6/1/2008), badai itu berupa angin kencang yang berlangsung sekitar 1 jam sejak pukul 16.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT.

Sejumlah pohon bertumbangan dan menimpa badan beberapa jalan di Kota Ambon seperti di Jalan dr Siwabessy, Jalan Ina Tuny, Jalan dr Latumeten, dan Jalan Sultan Hasanuddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan di Jalan Sultan Hasanuddin, satu pohon mangga besar roboh dan menimpa bagian depan satu rumah yang menyebabkan rusak ringan. Selain menimpa rumah, pohon itu juga menimpa 2 tiang listrik dan 1 tiang telepon.

Sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin pun macet, dan tampak warga bergotong royong mengangkat pohon mangga itu. Selain itu satu rumah di Kompleks Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, hampir roboh tertimpa pohon.

Tak pelak, robohnya pohon yang menimpa tiang listrik ini membuat listrik Kota Ambon mati. Menjelang magrib pukul 18.00 WIT Ambon terancam gelap gulita. Hal ini diperparah dengan kabut hitam tebal yang menyelimuti kota asal Pattimura dan Kristina Martha Tiahahu itu. Hujan deras juga mengguyur.

Kabarnya badai ini merupakan Badai Helen kiriman dari Australia.

Kapal Dilarang Berlayar

Sementara badai ini membuat ombak di perairan Maluku dan sekitarnya mencapai ketinggian 4 sampai 5 meter. Administrator Pelabuhan Ambon mengeluarkan larangan berlayar.

"Kami masih melarang kapal-kapal berlayar sampai tanggal 12 Januari 2008, karena gelombang tinggi dan angin kencang diprediksi masih tetap terjadi," ujar Plh Adpel Ambon Abdul Karim Tuanaya di kantor Adpel, Kompleks Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.

Ombak tinggi itu, lanjut Abdul, terjadi di Laut Aru, Laut Banda, dan Laut Seram. "Kepastian akan kami sampaikan ke masyarakat maupun ke kapal-kapal jika sudah mendapat informasi dari Badan Meteorologi Maritim Jakarta," imbuh Abdul.

Tak pelak larangan ini membuat sejumlah kapal urung berlayar dan hanya sandar di dermaga. Sejumlah penumpang pun memenuhi terminal pelabuhan menunggu kepastian keberangkatan kapal. Penumpang yang membeli tiket kapal pun tak dilayani. (nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads