Hal itu dikatakan dokter spesialis ginjal RS Pertamina Pusat (RSPP) dr Christian Johannes dalam jumpa pers di RSPP, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, Minggu (6/1/2008).
"Pak Harto sudah bisa kencing pagi ini. Selain itu ginjalnya juga sudah berfungsi. Tapi secara umum bukan gagal ginjal. Kemungkinan 2 atau 3 hari lagi alat bantu ginjal tersebut bisa dicabut," ujar Christian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Pjs Dirut RSPP Djoko Sanjoto mengatakan, alat bantu ginjal itu selain membantu fungsi ginjal, juga menyedot cairan dalam tubuhnya.
"Sekarang sudah dipasang alat bantu pacu jantung. Ke depannya, alat-alat yang lain seperti alat hemodialisis untuk ginjalnya, akan kita kurangi. Alat-alat tersebut berfungsi untuk menyedot cairan-cairan dan menggantikan fungsi ginjal," ujar Djoko.
Obat-obatan yang diberikan pada mantan presiden Soeharto itu juga akan dikurangi karena dikhawatirkan ditolak tubuhnya.
"Obat-obatan juga akan kita kurangi. Selain itu usia beliau sudah lanjut, jadi tidak bisa dikasih obat berlebihan, apalagi nanti tubuhnya takut menolak obat-obatan tertentu," kata Djoko. (nwk/nrl)











































