Pantauan detikcom di Jl Cendana, Jakarta, Sabtu (5/1/2008), banyak mobil yang melintasi Cendana menurunkan laju kecepatan kendaraan.
Para penumpang mobil menoleh dan menunjuk rumah Pak Harto, beberapa bahkan menurunkan kaca mobil. Ada yang berisi pasangan, ada yang keluarga, maupun teman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu mobil bahkan sempat berhenti mendekati wartawan. "Numpang tanya, Mas, rumah Pak Harto yang mana yah?" ujar penumpang yang duduk di samping sopir dengan antusias.
Rumah Pak Harto terdiri dari 3 kapling, yakni nomor 8, 9, daan 10. Ketiga bangunan tersebut saling berhubungan alias tersambung.
Ini terlihat dari bentuk bangunan dan warnanya yang serupa, yakni kombinasi hijau muda dan hijau tua yang dikelilingi pagar besi setinggi 1 meter berwarna putih.
Kamar pribadi Pak Harto sebenarnya berada di rumah nomor 10. Tetapi selama ini rumah nomor 8 yang paling dikenal masyarakat. Sebab memang di rumah nomor 8 inilah Pak Harto menerima para tamu dan mengadakan pertemuan dengan keluarganya.
Pagar rumah no 8 selalu dalam kondisi terbuka. Tampaknya memang rumah yang di depannya terdapat pohon beringin ini digunakan sebagai pintu masuk para tamu. Mungkin karena itu juga pos satpam dan penerima tamu ditempatkan di rumah nomor 8.
Sementara rumah nomor 9 dan 10 selalu dalam kondisi tertutup. Kehidupan hanya terlihat di nomor 8.
Rumah nomor 8 berbentuk khas seperti rumah pejabat masa lampau yang memiliki halaman nan luas dengan pepohonan nan rindang serta garasi mobil yang luas.
Garasi mobil terletak di bagian belakang. Diperkirakan mampu menampung 5 mobil. Dari salah satu pintu garasi yang terbuka, terlihat 1 ambulans. Sedangkan di halaman ada beberapa unit mobil yang terparkir milik karyawan rumah tangga. (sss/umi)











































