"Yang akan dipilih adalah 4L, yaitu Loe Lagi, Loe Lagi," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir alias SB di sela-sela acara Rakerwil II PAN DIY di Hutan Wanagama, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (5/1/2008).
Pemilihan sekarang dan dulu, menurutnya, berbeda. Kalau dulu oleh DPR/MPR secara tertutup. Sekarang lebih banyak ditentukan media massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya yang ganteng, gagah perkasa, atau agak gemuk. Bila masih seperti itu, tak akan muncul figur pemimpin lainnya," kata SB.
Menurut dia, di masa datang, seorang presiden yang harus dipilih adalah bukan yang punya wajah ganteng saja. Namun seseorang yang betul-betul punya komitmen terhadap nasib bangsa dan negara Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa ini.
"Bukan yang populer saja atau mengarang lagu. Kalau itu di negara Swiss, boleh saja. Ini negara kita yang sudah seperti ini keadaannya," ujar katanya.
Sementara saat berhadapan dengan para kader PAN, SB meminta agar mereka tidak takut dengan munculnya berbagai partai baru. Justru menjadi pemicu untuk mengalahkan dua partai besar lainnya seperti Partai Golkar.
"Jangan pikirkan soal partai baru. Yang harus kita pikirkan, bagaimana PAN itu bisa meraih 100 kursi, tidak hanya menjadi tiga besar saja. Saat ini yang nomor satu adalah Partai Golkar, itu yang harus kita kalahkan," pungkas SB. (bgs/sss)











































