Tanpa bermaksud mendahului kehendak Tuhan, para petinggi negara itu, menurut sumber detikcom, juga membahas kemungkinan Istana Negara menjadi tempat persemayaman Soeharto. Namun Mensesneg Hatta Radjasa enggan berpikir dulu soal itu.
Hal itu disampaikan Hatta saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu (5/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja sebagaimana lazim dan berlaku untuk mantan presiden, tentu ada hal-hal yang menyangkut protokoler yang dilakukan untuk soal-soal seperti itu. Ada standar yang kita lakukan.
Pak Harto akan disemayamkan di Istana?
Kita jangan berpikir dulu soal itu.
Pak Harto akan mendapat gelar pahlawan?
Pak Harto itu pemegang Bintang Republik. Saya kira bukan itu. Kita jangan berpikir dululah ke situ. Kita berdoa dulu untuk yang terbaik buat Pak Harto.
Sementara pantauan detikcom di Istana Kepresidenan, tidak ada kegiatan di luar kebiasaan. Sejumlah pegawai Istana tampak bekerja, namun tidak ada yang tidak lazim.
Presiden SBY telah menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, setelah menjenguk Soeharto di RSPP. SBY menyampaikan kondisi Soeharto kritis dan mengimbau memanjatkan doa. Setelah itu SBY meninggalkan kompleks Istana. (sss/ana)










































