Bagaimana sebenarnya kondisi Pak Harto? Berikut keterangan Mardjo yang disampaikan secara bergantian dengan anggota tim dokter kepresidenan Djoko Rahardjo di RSPP, Jalan Kiai Maja, Jakarta, Sabtu (5/1/2008) pukul 10.30 WIB:
Kondisi Pak Harto belum memperlihatkan kemajuan yang berarti. Keadaan umum masih lemah, tekanan darah 80/50, mmHg jantung dan paru-paru masih belum membaik dengan obat-obatan yang diberikan.
Penumpukan cairan di seluruh tubuh makin bertambah, terutama di paru-paru. Pemeriksaan di laboratorium memperlihatkan Hb menurun 8,3 gr% dan fungsi ginjal juga makin turun.
Dengan pertimbangan di atas, tim dokter memutuskan tindakan-tindakan yang lebih intensif dengan monitoring yang sangat ketat.
Kami transfusi darah memang. Keadaan masih turun, tapi kami belum transfusi darah lagi.
Penyebab bengkak itu jantung sebelah kanan kurang kuat untuk memompa cairan-cairan dalam tubuh, sehingga cairan terkumpul di dalam badan. Tapi kami sudah mengatasi yang di kaki dan tangan. Tapi yang di dalam perut belum.
Apakah ini sudah kegagalan organ-organ?
Ini belum organ failure, tapi kita takut menuju ke sana. Makanya ini dokter-dokter berkumpul supaya keadaan lebih baik.
Kondisi Pak Harto bagaimana, sadar?
Beliau masih sadar, tapi ngantuk.
Bagaimana mengatasi cairan di tubuh?
Kalau nggak bisa dikeluarin, nanti terapi sulih untuk menggantikan fungsi-fungsi cairan itu. Kalau ginjalnya gagal akan cuci darah. Tapi ini risikonya tinggi.
Kalau jantung kita akan pasang 1 alat pacu jantung lagi. Sudah pernah dipasang, masih ada, tapi sudah lemah. Terus kita tambah 1 lagi. Untuk infus tetap karena akan menjadi saluran untuk memasukkan obat-obatan.
Secara umum fungsi jantung terganggu, fungsi ginjal juga turun. Kita takutkan fungsi paru-paru juga turun. Jadi penyakit beliau itu sangat kompleks. (umi/sss)











































