Keterangan dari polisi, api terlihat sejak pukul 09.00 WIB. Namun API sudah berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran sekitar setengah jam kemudian. Kondisi paling rusak terlihat akibat kebakaran itu terlihat di Bagian Umum/Protokoler dan ruang Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemko Medan.
Sejumlah kaca-kaca ruangan terlihat pecah. Kaca-kaca tersebut kemungkinan terpaksa dipecahkan untuk memudahkan upaya pemadaman api. Diduga kuat api dimulai dari sini. Saat ini polisi dari Poltabes Medan sudah berada di lokasi dan tengah melakukan penyelidikan.
"Penyelidikan masih dilakukan. Belum bisa dipastikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Semua masih diselidiki," kata Kapoltabes Medan Kombes Bambang Soekamto kepada wartawan di lokasi kejadian.
Kebakaran ini menimbulkan spekulasi adanya unsur kesengajaan. Pasalnya musibah ini terjadi di tengah kekosongan pemerintahan di Kota Medan karena sejak tiga hari lalu Walikota Medan Abdillah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, dan dua hari sehari berikutnya giliran Wakil Walikota Ramli yang ditahan karena kasus korupsi yang sama.
Ruangan yang terbakar itu, sebelumnya dipakai penyidik KPK sebagai tempat pemeriksaan para pejabat Pemerintah Kota Medan terjait kasus pasangan Walikota dan Wakil Walikota Medan. Penyidik KPK pun sempat membongkar berkas-berkas di tempat ini termasuk membongkar isi komputer yang ada di ruangan ini.
Hampir seluruh petugas keamanan dan pejabat teras Pemko Medan yang datang melihat kondisi ruangan yang terbakar mengambil satu sikap serupa, menutup mulut rapat untuk tidak memberikan keterangan apa pun kepada wartawan, termasuk Sekretaris Kota Medan Afifuddin Lubis yang juga berada di lokasi.
Sementara sejumlah warga maupun pengendara masih berkumpul di sekitar Kantor Walikota untuk melihat lebih dekat sisa-sisa kebakaran. (rul/asy)











































