Cerita Seram Pengungsi Kenya

Cerita Seram Pengungsi Kenya

- detikNews
Jumat, 04 Jan 2008 18:32 WIB
Malaba - Pembantaian massal, pemerkosaan, dan perampasan. Cerita seram itu merupakan pengalaman warga negara Kenya yang mengungsi ke Uganda.

Kejadian-kejadian itu bagaikan rentetan mimpi buruk bagi sebagian penduduk Kenya pasca pemilu pada 27 Desember 2007. Tak heran jumlah pengungsi Kenya di perbatasan Uganda semakin meningkat. Demikian dilansir dari AFP, Jumat (4/1/2008).

Stella Ochieng (43) mengatakan, dia tiba-tiba merasa seperti orang asing di tempat tinggalnya sendiri, di daerah Amagoro, Provinsi Rift Valley, Kenya. Dengan putus asa, Stella mengungsi ketika sekelompok orang mengeroyok dan merampok tetangga-tetangganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi mereka, kami yang suku Kikuyu ini tidak diinginkan di Kenya. Kami seperti alien yang harus meninggalkan Kenya," ujarnya setelah melintasi perbatasan.

Beberapa hari lalu, Presiden Mwai Kibaki yang berasal dari suku Kikuyu mendeklarasikan kemenangan dalam pemilu presiden. Pendukung saingannya, Raila Odinga, dari suku Luo tidak terima. Mereka menilai Kibaki melakukan kecurangan. Karenanya, anarkisme pun terjadi.

Robinson Kagwima, pengungsi lainnya mengatakan, ada sekelompok orang yang mengobrak-abrik isi perkebunannya. 250 Sapi miliknya dipotong-potong dan benda-benda lainnya dirusak. Setelah puas beraksi, kelompok tersebut menyuruh Kagwima pergi.

"Saat sapi-sapi saya dipotong dan rumah dibakar, polisi yang berada 300 meter dari rumah saya melihat peristiwa itu dengan tangan terikat," kata Kagwima.

Dijelaskannya, kekerasan tidak hanya dilakukan suku Luo. Dia menuduh kaki tangan Odinga, William Ruto, turut bertanggung jawab. (nvt/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads