Namun warga Rancaekek, Kabupaten Bandung itu harus menjalani dua kali tes lagi untuk memastikan virus AI tidak bersarang di tubuhnya.
Demikian disampaikan Direktur Utama RS Hasan Sadikin Bandung Cissy RS Prawira kepada wartawan di ruang kerjanya, Jalan Pasteur, Jumat (4/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layaknya pasien suspect flu burung, kata dia, Arlan harus dirawat di ruang isolasi hingga tujuh hari. Arlan masuk ke RSHS pada Rabu, 2 Januari 2007.
"Jika melihat dari riwayat penyakitnya, kemungkinan besar pasien menderita pernapasan akut. Bukan flu burung," ungkap dia.
Ketika disinggung penarikan biaya pengobatan terhadap keluarga Arlan, Cissy mengakui ada kesalahan administrasi. Namun ia berjanji perawatan Arlan selama tujuh hari di ruang isolasi Flamboyan akan dibebaskan dari biaya.
Sebelumnya, Ibu Arlan, Wanimar (57), mengaku telah mengeluarkan uang sebesar Rp 1,5 juta untuk biaya rumah sakit dan obat.
(ern/umi)











































