ADVERTISEMENT

Rahasia Umur Panjang Soeharto (1)

Semedi di Gunung Lawu

- detikNews
Jumat, 04 Jan 2008 17:28 WIB
Jakarta - Soeharto kembali masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) untuk kesekian kalinya. Kali ini, Soeharto dikabarkan mengalami penyakit yang lebih serius dibanding sebelumnya. Di antara para tokoh sebayanya, Soeharto paling panjang umur. Bagaimana kiat-kiat Soeharto panjang usia?

Detikcom melalui detikportal pernah memberitakan laporan khusus mengenai hal ini. Salah satu hal yang dilakukan Soeharto adalah melakukan hal-hal mistis. Maklum, jenderal bintang lima ini memang orang Jawa yang benar-benar menghayati dan menghormati budaya-budaya Jawa.

Berikut cuplikan laporan khusus detikportal yang dipublikasikan pada 15 Juni 2006 lalu. Untuk selengkapnya baca di: Laku di Gunung Lawu:

Faktanya Soeharto masih berumur panjang. Ia memang sakit-sakitan selama 7 tahun setelah lengser dari presiden. Berkali-kali ia harus keluar masuk rumah sakit. Tapi purnawirawan Jenderal Besar ini selalu kembali pulih dan pulang ke rumahnya.

Tidak jarang usia panjang Soeharto menerbitkan tanya. Apalagi teman-teman seperjuangannya telah banyak yang dipanggil yang maha kuasa. Dua orang yang pernah menjadi wakil presiden Soeharto seperti Umar Wirahadikusumah dan Sudharmono, telah meninggal dunia. Bahkan Notosuwito, adik Soeharto juga telah meninggal mendahului kakaknya.

Dan di negeri ini, di mana klenikisme masih hidup subur, orang pun mulai membuat penghubungan. Sebagai orang Jawa yang budayanya kental dengan mitos, rahasia umur Soeharto pun lantas dihubungkan dengan hal-hal mistis.

Ada yang mempercayai Soeharto panjang umur karena memiliki kesaktian dari ritual mistis yang dilakoninya. Banyak juga yang menyatakan meski sakit-sakitan, Soeharto akan sulit meninggal karena belum melepas jimat yang dipakainya selama berkuasa. Benarkah demikian?

Sumber orang dekat dan yang pernah mengenal Soeharto membenarkan Soeharto dekat dengan dunia mistis. Ia melakoni ritual mistis, mengoleksi pusaka dan jimat untuk menambah kekuatan serta mempunyai pendamping roh halus.

Kedekatan dengan dunia mistis itu, mungkin diwarisi Soeharto dari ibunya, Sukirah. Dikisahkan, setelah Soeharto lahir, Sukirah menghilang selama 40 hari lamanya. Tak seorang pun yang tahu ke mana dia pergi. Setelah pulang ia mengaku bertapa untuk masa depan anaknya yang baru dilahirkannya itu.

Namun pendalaman Soeharto pada dunia mistis diperoleh dari Kiai Daryatmo, seorang guru agama dan mistik Jawa. Dari kiai ini, Soeharto muda mendapat pengetahuan tentang pengobatan, tentang laku, dan tentang semedi. Dalam bukunya, Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, nama Daryatmo disebut-sebut.

Soeharto mengakui Daryatmo banyak memberi inspirasi dalam perjalanan hidupnya. Bahkan sampai menjadi presiden. Mantan Menteri Penerangan Mashuri bahkan pernah menuturkan, setiap bulan sedikitnya satu kali, Soeharto datang menemui Daryatmo untuk minta petunjuk.

Ritual mistis yang dijalani Soeharto adalah bersemedi atau bertapa di tempat-tempat keramat atau wingit. Sumber yang pernah mendampingi pria berjuluk The Smiling General itu melakukan laku mistis mengungkapkan, Gunung Lawu jadi tempat favorit Soeharto. Gunung Lawu memang merupakan salah satu pusat kekuatan mistik di Jawa

"Saya pernah mengiringi beliau naik ke puncak Lawu. Ketika yang muda-muda sudah ngos-ngosan kelelahan, beliau yang saat itu juga sudah cukup berumur sama sekali tidak terlihat lelah hingga sampai puncak," ujar sumber yang tinggal di Tawangmangu, Solo itu.

Selain Lawu, tempat favorit Soeharto bersemedi adalah tempat keramat di Gunung Srandil, Dieng, danau Pacitan, dan sebuah gua di Cilacap. Paranormal Permadi,Adjikosoemo, dan sejarawan MT Arifin membenarkan tempat-tempat itu merupakan tempat yang sering dipakai semedi Soeharto.

Tak hanya bertapa di tempat keramat, Soeharto sering melakukan ritual berendam diri dalam air atau dalam kepercayaan Jawa disebut tapa kungkum. Tapa kungkum itu dilakukan Soeharto sejak muda bahkan ketika sudah menjabat presiden.

Tempat-tempat yang sering digunakan kungkum Soeharto adalah Petilasan Panembahan Senopati di Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri. Pelaku kebatinan yang cukup akrab dengan almarhum Ny Tien Soeharto menuturkan, tempat tersebut sering dikunjungi Soeharto sejak muda hingga menjelang menjabat presiden.

Sedangkan di saat menjadi Pangdam Diponegoro, tempat kungkum Soeharto adalah di Kaligarang, Semarang. Di tempat Soeharto dulu sering kungkum itu, sekarang dibangun sebuah monumen yang disebut Tugu Soeharto.

Setelah menjadi presiden, Soeharto masih sering menjalani ritual itu. Lokasi yang dipilih adalah sebuah tempat di Bogor. Tempat itu bukan lagi lokasi terbuka karena sudah didirikan sebuah bangunan rumah. Rumah ini dimiliki Almarhum Pak Sudjono Humardani, salah satu penasehat spiritual Soeharto.

Tapa kungkum dipercaya tidak hanya berefek secara mistis. Namun juga membangun kekuatan fisik agar lebih kuat dan tahan terhadap serangan penyakit. Seseorang yang rajin melakoninya akan menjadi lebih sehat. Ia akan memiliki kesehatan organ pernapasan yang tangguh serta tidak mudah lelah meskipun sudah dalam kondisi tua.

Selain laku mistis, putra Sukirah dan Kertorejo itu juga senang mengoleksi pusaka untuk menambah kekuatannya. Salah satu pusaka yang dipinjam Soeharto untuk menambah kekuatannya adalah pusaka andalan Kraton Solo.

Dan tidak hanya itu, Soeharto juga dipercayai memiliki "pendamping". Pendamping ini adalah salah satu Raja perempuan alam bawah laut. Dia adalah kakak seperguruan Nyai Roro Kidul. Siapakah dia?

Tulisan selengkapnya, silakan klik di: Laku di Gunung Lawu .
(mbr/asy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT