Rabu lalu (2/1/2008), seorang warga menemukan mayat berlumuran darah di jalan Bukit Pakar Timur 5. Saat ditemukan, korban dalam keadaan telanjang bulat, menggunakan kaus kaki abu-abu bermerek Hang Teen. Polisi juga menemukan jam tangan digital warna hitam bermerek Q&Q yang masih berfungsi. Juga kunci gembok dan lemari, serta kunci sepedamotor jenis matic.
Kemudian mayat dibawa ke RS Hasan Sadikin untuk diotopsi. Korban merupakan etnis Tionghoa dengan tinggi sekitar 165 cm, rambut pendek, dan tidak disunat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan dua hari sebelum Dennis ditemukan tewas, tepatnya Senin (31/12/2007), putra dari pasangan Tjio Sun dan Tek Nio Tjio tersebut pergi setelah mendapatkan telepon dari seorang wanita. Saat pergi, dia menggunakan mobil Honda Jazz berplat D117. "Dia mempunyai usaha mebel dengan kakaknya," kata dia.
Menurut pengakuan Denni, ponakannya tersebut sering pergi ke luar kota beberapa hari tanpa kabar. "Jadi dua hari tidak pulang, tidak membuat keluarga khawatir karena sudah sering begitu," tuturnya.
Ketika disinggung apakah Dennis mempunyai musuh, dia mengaku tidak mengetahui jika ponakannya mempunyai musuh atau tidak. "Saya tidak tahu," ujarnya.
Saat penjemputan jenazah, tampak kerabat dan rekan-rekan korban. Ibu korban yang juga turut menjemput tak kuasa membendung tangisnya. Begitu pula rekan-rekannya, yang terlihat berurai air mata. (ern/asy)











































