Kisah itu diceritakan ayah RM Adjikoesoemo, salah seorang paranormal di Yogyakarta. Dari cerita ayahnya itulah, Adjikoesoemo tidak yakin Soeharto yang berumur panjang itu sangat sakti.
"Jadi kalau sakti, berarti tidak sakti-sakti banget kan?" kata cucu GBPH Pudjokusumo, adik Sri Sultan Hamengku Buwono IX itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tubuh yang sakit-sakitan, Soeharto juga tidak lagi menyaksikan kesuksesan dan nama harum menyertai keluarganya. Justru kehancuran demi kehancuran harus ia lihat. Awalnya adalah Hutomo Mandala Putra alias Tommy. Putra bungsu Soeharto itu masuk penjara karena terlibat pembunuhan hakim agung Syafiudin Kartasasmita.
Setelah itu Soeharto melihat kehancuran rumah tangga putra-putrinya. Satu per satu rumah tangga anak-anaknya retak. Terakhir keluarga Bambang Trihatmodjo-Halimah geger gara-gara artis Mayangsari. Bambang bahkan sempat ditempeleng oleh anaknya sendiri, Panji.
Bagi seorang mantan presiden, kisah memalukan putra-putrinya tentu merupakan pukulan yang sangat berat. Apalagi Soeharto pernah merasakan pahitnya akibat perceraian ayah-ibunya, Sukirah dengan Kertorejo. Saat itu Soeharto baru berumur 5 minggu.
Akibat perceraian itu, Soeharto harus dititipkan kepada bibinya. Soeharto sendiri sepanjang hidupnya dikenal hanya memiliki satu istri, Siti Hartinah yang lebih dulu meninggal dunia. Setelah Ibu Tien meninggal, Soeharto pun tidak menikah lagi.
Menyaksikan morat-marit perjalanan hidup putra-putrinya, Soeharto seperti mendapatkan karma di masa tuanya. Paranormal Permadi lebih mempercayai karena karma itulah, mantan presiden kedua Indonesia itu diberi umur panjang oleh Tuhan.
Soeharto bagi Permadi memang memiliki kekuatan mistis. Tapi, sama dengan Adjikoesoemo, Permadi tidak yakin ilmu mistis yang dimiliki Soeharto bisa mendatangkan kesaktian yang luar biasa.
"Pak Harto itu kena karma karena telah merugikan rakyat Indonesia. Merugikan
banyak orang dengan perbuatan-perbutannya di masa lalu. Termasuk merugikan Bung Karno dan keluarganya," papar Permadi.
Terlebih lagi umur panjang Soeharto juga tidak memberikan berkah pada negara ini. Umur itu justru membebani negara yang harus menyelesaikan kasus korupsinya karena Soeharto sakit-sakitan.
Sakit Soeharto sendiri tergolong cukup aneh. Dalam tiga tahun terakhir ini, penyakit itu kambuh setiap akhir April dan bulan Mei. Tahun 2006 ini misalnya, Soeharto masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pada 4 Mei dan keluar RSPP pada 31 Mei.
Pada tahun sebelumnya, ia masuk RS pada 5 Mei 2005. Tahun 2004, mengalami pendarahan saluran pencernaan pada 29 April dan diumumkan membaik pada 2 Mei. Pada 2003, kesehatan Soeharto juga memburuk dan masuk RSPP pada 29 April.
Akibat keanehan itu, tidak sedikit yang mencurigai sakit Soeharto merupakan rekayasa. Apalagi sakit itu sering kali kambuh jika Kejaksaan Agung akan mengutak-atik kasus korupsinya.
Dengan kekuasaan yang pernah dipegangnya serta uang banyak yang masih dimilikinya, ibaratnya tidak ada yang tidak mungkin bagi Sang Jenderal Tersenyum itu. "Dengan uang banyak, Soeharto bisa saja mengatur rumah sakit," kata Adjikoesoemo.
Namun semua yang ada di dunia ini tidaklah abadi. Kekuasaan, kekayaan, penderitaan, kebohongan, akan ada waktunya untuk berakhir. Demikian pula kasus Soeharto yang terus berlarut-larut selama ini.
Menurut Adjikoesoemo, pria kelahiran Kemusuk itu akan segera memberikan kejutan dalam 2-3 bulan ke depan. Apa kejutan itu? Adjikoesoemo belum mau membukanya.
"Belum saatnya saya berbicara, tapi nanti saja kalau sudah menjelang itu. Tunggu saja tanggal mainnya," kata Adjikoesoemo. (iy/asy)











































