Bukan main senangnya Darman ketika Jumat (4/1/2008) pagi buta, dia mendapat penumpang cantik dengan postur tubuh semampai.
Seorang pria yang mendampingi wanita berbaju biru tidak menghalangi Darman untuk sesekali mencuri pandang dari kaca spion dalam. Darman mengaku takjub dengan wanita yang dimatanya bak seorang dewi itu.
Darman benar-benar dibutakan matanya. Dia tidak melihat seringai jahat di bibir wanita itu. Bahkan saat ditawari minuman, Darman tak segan-segan langsung meneguknya.
Namun beberapa saat setelah meminum air itu, kepalanya terasa berat dan matanya terasa gelap. Darman langsung terkulai di balik setirnya. Dia tidak berdaya saat uang setoran dan dompetnya disikat wanita cantik dan pria yang menumpang taksinya itu.
"Dia cantik sekali. Saya ditawari minum, saya tidak ragu," tutur Darman tergagap di UGD RSUD Koja, Jl Cijampea.
Darman mengaku tidak menduga minuman yang ditawarkan wanitaitu kepadanya telah dibubuhi obat bius.
Beruntung, Soleh (29), warga Jalan RE Marthadinata, Tanjung Priok, curiga dengan taksi yang dikemudikan Darman.
"Saya curiga. Dari subuh taksi disitu terus. Saya dekati, sopir sudah kelenger kena bius. Saya bawa ke rumah sakit," ucap Soleh.
Hingga siang ini kondisi Darman masih tergolek lemas. Infus dan selang oksigen masih melingkari lengannya. Sesekali ia masih mengigau dan meracau tidak jelas. (Ari/umi)











































