Menurut dokter yang menangani Arlan, Emmy Pranggono, kondisi Arlan belum ada perkembangan. Kesehatannya hampir sama seperti saat dia datang. Nafasnya masih dibantu ventilator.
"Kami belum bisa menjanjikan apa-apa. Kondisinya masih buruk. Dari hasil rontgen dia positif radang paru-paru," ujarnya di RS Hasan Sadikin Bandung, Jalan Pasteur, Jumat (4/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, sejak putranya dirawat di ruang isolasi Flamboyan, Sabtu lalu, dia belum pulang ke rumah. Sementara uang yang dia kantongi sebesar Rp 1,5 juta kini sudah ludes.
"Uang itu habis untuk biaya rontgen, obat, dan administrasi. Saya bingung kenapa bayar. Yang saya tahu, untuk pasien flu burung tidak bayar," tuturnya.
Arlan datang ke RSHS dalam kondisi shock. Suhu tubuhnya mencapai 40 derajat celsius dan tekanan darah 70/30. Meski tidak kontak langsung dengan unggas yang mati, Arlan dianggap sebagai suspect flu burung. Sebab pasien yang berprofesi tukang jahit di pasar Rancaekek itu, memelihara ayam bangkok milik kakaknya. Ayam bangkok itu disimpan di bawah mesin jahit.
(ern/umi)











































