Hasil penghitungan suara Demokrat di Iowa, perempuan kelahiran 26 Oktober 1947 ini menempati urutan ketiga. Dia berada di belakang kandidat lainnya yakni mantan Wakil Presiden John Edwards. Dan suara terbanyak diraih Obama.
Demikian dilansir dari AFP, Jumat (4/1/2008).
Di hadapan para pendukungnya di Iowa, Hillary menyampaikan pidato singkatnya. Dia menyatakan siap memimpin. Pernyataan itu disambut yel-yel para pendukungnya.
"Kami berencana untuk menjalankan kampanye nasional dengan semua cara melalui kontes awal," ujar Hillary yang didampingi suaminya, Bill Clinton, dan anggota keluarganya yang lain.
Perempuan yang pernah mengenyam pendidikan hukum di Yale ini mengingatkan, Obama tidak terlalu berpengalaman untuk menjadi presiden. Meski demikian, dia tetap mengucapkan selamat kepada Obama dan John Edwards atas kemenangannya di Iowa.
Dia yakin, Partai Demokratlah yang akan memenangkan kursi panas di Gedung Putih pada November 2008.
Manajer kampanye Hillary, Patti Solis Doyle mengatakan, mantan Ibu Negara itu tetap berpeluang memenangkan kursi presiden.
"Hillary terus melanjutkan perjuangannya. Saat ini AS tengah menghadapi tantangan besar. Karenanya butuh pemimpin dengan kekuatan dan pengalaman untuk mewujudkan perubahan nyata," kata Doyle.
"Perlombaan baru mulai malam ini hingga para Demokrat di seluruh Amerika telah memberikan suaranya. Ini kampanye maraton, dan kami punya sumber daya untuk melakukan pertarungan nasional dalam beberapa pekan ke depan," imbuhnya.
Asisten Direktur Quinnipiac University Polling Institute Peter Brown pun berpendapat, Hillary masih memiliki posisi kuat untuk maju sebagai capres dari Demokrat.
"Clinton bukan hanya masih ikut dalam permainan ini, namun juga masih jadi calon favorit dari Demokrat. Dia punya banyak peluang bagus di banyak tempat," kata Brown. (nvt/nrl)











































