"Hanya 10 persen perkantoran di Jakarta Timur yang memiliki jumantik. Itu karena faktor malas," ujar Walikota Jakarta Timur Koesnan Abdul Halim.
Koesnan menyampaikan hal tersebut dalama acara PSN oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Kantor Walikota Jakarta Timur, Jl Sentra Primer Baru Raya, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Jumat (4/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koesnan menambahkan, PSN seharusnya dilakukan setiap Jumat baik di lingkungan pemukiman maupun perkantoran. Diakui Koesnan, pelaksanaan PSN di perkantoran selama ini hanya dilakukan 6 bulan sekali.
"Itu belum efektif. Padahal DBD datang dari mana saja," kata Koesnan.
Untuk itu, demi mengantisipasi mewabahnya DBD, Koesnan meminta seluruh perkantoran di Jakarta Timur segera membentuk Jumantik.
"Setiap Jumat nanti perlakuan PSN paling tidak seminggu sekali," tandas dia.
Penderita DBD di Jakarta Timur pada 2007 sebanyak 9.700 orang dengan 18 orang meninggal. Sedangkan pada 2006, penderita DBD sebanyak 7.900 orang dengan 13 orang meninggal. Oleh karena itu, Jakarta Timur sampai saat ini masih ditetapkan sebagai daerah merah untuk DBD.
(nik/nrl)











































