Seperti kebanyakan pemuda, dia juga mempunyai akun di Facebook. Teman-teman di Facebook-nya juga banyak, tercatat ada 1.200 orang. Demikian dilansir dari AFP, Kamis (3/12/2007).
Dalam pesannya di Facebook, dia menyatakan tak terlahir sebagai pemimpin. Sehinga harus belajar sebagai pemimpin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata-kata Bilawal dalam pesannya itu mengasumsikan pemuda 19 tahun itu perlu banyak belajar tentang politik Pakistan yang ibarat sirkus berdarah. Demikian ujar pengamat politik Hasan Askari.
"Itu menunjukkan kerendahan hati dan pemuda belum lulus kuliah ini mengakui punya keterbatasan," ujar mantan Ketua Departemen Ilmu Politik Universitas Punjab Lahore.
Meski telah dikukuhkan menjadi pemimpin partai, namun pria beralis tebal ini akan tetap menyelesaikan pendidikannya di Universitas Oxford pada 2010. Sang ayah, Asif Ali Zardari akan menjalankan pekerjaan partai untuk sementara.
Internet rupanya media yang baik bagi Bilawal untuk menyerap massa dari kalangan pemuda. Di Facebooknya ada 12 fan site yang memberikan berbagai komentar pada Bilawal.
"Jangan bunuh Bilawal Bhutto karena dia ganteng, ok?" demikian isi salah satu komentar.
"Maju terus Billawal, semua generasi muda bersamamu," tulis anggota Bilawal Bhutto Zardari group, salah satu fine site yang paling populer.
"Orang muda Pakistan yang menggunakan internet bisa terangkul. Usaha Bilawal harus diapresiasi. Internet memang medium yang berkembang dan sangat efektif dalam meraih massa," ujar Facebooker Akbar Khan.
Apalagi, provider service menyatakan, 10 juta pemuda dari 160 populasi Pakistan, telah menggunakan internet. Sehingga bila internet turut digunakan sebagai media untuk menjaring massa adalah tindakan tepat.
Khan mengingatkan, harus dipikirkan juga bagaimana dengan suara di daerah pedesaan, khususnya Provinsi Sindh di Pakistan selatan.
Cara yang dilakukan Bilawal untuk merangkul massa ini merupakan hal baru. Sebab, ibu dan kakeknya, Benazir dan Zulfiqar Ali Bhutto menggunakan pidato publik untuk menggali massa bagi Partai Rakyat Pakistan.
"Kombinasi teknologi terkini dan cara ortodok yang berarti komunikasi langsung dengan publik dalam bentuk pidato dan seminar dapat menjadi kunci sukses Bilawal," imbuh Khan.
Namun Facebooker lainnya dari Pakistan yang juga peneliti dari Islamabad Minhaj ul Haque tidak setuju. Ada hal lain yang justru bisa memukul balik Bilawal.
"Pesan dari Bilawal seimbang, menjanjikan, dan cukup matang. Bilawal telah menuliskan pesannya dengan penuh perasaan sehingga menyentuh hati banyak orang," puji ul Haque.
"Saya melihat warnet di kota-kota kecil Pakistan dan banyak orang-orang muda yang kebanyakan pria menggunakannya," katanya.
Warnet-warnet di Pakistan dilengkapi dengan prosesor word dan bahasa setempat yakni Urdhu dan Sindhi.
Apa yang bisa menjadi serangan balik bagi Bilawal? Ditengarai, fotonya yang terpublikasikan di Facebook temannya bisa menjadi kerikil awal. Dalam foto itu, Bilawal tampak mengenakan pakaian setan bertanduk dengan riasan yang membuat wajahnya tampak kejam. Melihat itu, anggota suatu kelompok dalam grup di internet menulis: "Bilawal Bhutto Zardari? Dari mana dia?" (nvt/ana)











































