Sebagai pelarian, Ence mencari rumah bordil di kawasan Jl Rawa Bebek, Jakarta Utara, Kamis dinihari. Ia berhasrat untuk mencari perempuan yang mau menemani malam sepinya.
"Sebelum ngamar (chek in), Ence sempat minum bir. Habis 4 bir hitam dan 3 bir putih," kata Irawan (27), salah satu saksi di lokasi, Kamis (4/1/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hardikan itu terdengar petir bagi Ence. Sebab, dikantongnya tak berisi uang sepeser pun.
"Karena panik setelah merogoh kantongnya tidak ada uang, Ence tiba-tiba kabur. Ence lari kencang," imbuh Irawan.
Tidak mau tamunya yang ngemplang bayar lolos, penjaga rumah bordil meneriaki Ence maling. Hanya hitungan detik, puluhan orang berhasil membekuk Ence. Plus bogem mentah bertubi-tubi.
Setelah puas, massa menyerahkan pelaku ke pos polisi terdekat. Tidak ada kata keluar dari bibir Ence yang masih lebam-lebam bekas tonjokan.
Duh, nasib ...
(Ari/bal)










































