Demikian disampaikan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi dan Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo, di Yogyakarta, Kamis (3/1/2008). Subandriyo mengingatkan warga, terutama penambang pasir di aliran sungai, agar waspada.
"Meski tidak sebahaya ancaman awan panas Merapi. Para penambang pasir yang ada di aliran Kali Gendol, Kali Woro, Kali Krasak, Kali Putih dan Kali Senowo harus berhati-hati dan waspada terutama saat hujan deras turun," kata Subandriyo.
Menurut Subandriyo, sampai saat ini diperkirakan masih ada 3 juta3 material Merapi di bagian atas. Bila hujan deras turun dalam waktu lama, material tersebut bisa masuk ke hulu Kali Gendol, Woro maupun Krasak yang merupakan alur utama aliran lahar saat ini.
"Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, material bisa langsung terbawa ke Kali Gendol dan sebagian ke Kali Woro. Dua sungai ini yang harus benar-benar diwaspadai. Namun di aliran sungai yang lain juga harus diwaspadai," katanya.
Subandriyo menambahkan, beberapa titik di lereng Merapi juga berpotensi longsor. Wilayah tersebut berada di wilayah Blabak dan Dukun, Kabupaten Magelang serta wilayah Stabelan Kecamatan Selo, Boyolali.
"Biasanya pada musim hujan, sejumlah titik di daerah ini sering terjadi longsor. Kalau aktivitas vulkanik tidak berbahaya lagi," pungkas Subandriyo. (bgs/djo)











































