Gelombang Laut di Maluku 6 Meter, Kapal Dilarang Berlayar

Gelombang Laut di Maluku 6 Meter, Kapal Dilarang Berlayar

- detikNews
Kamis, 03 Jan 2008 12:27 WIB
Ambon - Angin kencang dan gelombang tinggi hingga kini masih melanda perairan Maluku. Administrasi Pelabuhan (Adpel) Ambon pun mengeluarkan larangan berlayar bagi
kapal-kapal.

"Larangan berlayar kami tujukan terlebih bagi kapal-kapal dengan bobot GT 500 ke bawah," ungkap Abdul Karim Tuanaya, Plh Adpel Ambon Kepada detikcom di kantor Adpel, Kompleks Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Kamis (3/1/2008).

Tuanaya mengatakan berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim Jakarta, gelombang tinggi diprediksikan masih melanda perairan Maluku hingga 6 Januari nanti.
Melihat kondisi gelombang dan angin, kata Tuanaya, pihaknya terus memantau situasi laut dan kapal-kapal di atas GT 500 yang tengah melakukan pelayaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami terus pantau lewat radio pantai. Dan tim SAR juga membantu memantau. Dan sampai saat ini, belum ada informasi dari pantauan radio pantai maupun SAR tentang kecelakaan laut," ujar Tuanaya.

Pantauan detikcom, dua buah Kapal Ferri yang melayari rute Pelabuhan Hunimua Ambon menuju Pelabuhan Waipirit, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), membatalkan pelayarannya.
Hal yang sama terjadi pada sejumlah kapal cepat yang melayari rute pulau Ambon menuju Pulau Seram dan pulau Buru.

Begitupun kapal motor penumpang di bawah GT 500 yang melayari rute pelabuhan Slamet Riyadi Ambon menuju Kabupaten Seram Bagian Timur, juga masih tertambat di pelabuhan.

"Kami menunggu perintah Adpel. Karena kondisi laut yang tidak bersahabat," ujar Abdul
Salam, ABK Kapal Harapan Mujur. (han/djo)


Berita Terkait