Ketinggian air yang semula sedada kini hanya selutut orang dewasa. Banjir setinggi lutut ini hanya menggenangi RT 11, RT 12 dan RT 13 yang terletak di bantaran Kali Ciliwung, Jakarta Timur.
Warga yang mayoritas bapak-bapak dan pemuda tampak sibuk membersihkan rumah. Ada yang mengepel lantai. Ada juga yang mencuci perabotan, pakaian, dan sepeda motor. Sementara ibu-ibu dan anak-anak masih bertahan di lokasi pengungsian.
Namun warga belum tampak menurunkan barang-barang elektronik dan berharga lainnya dari lantai 2 rumah mereka. "Takutnya kayak kejadian 2007. Waktu itu paginya air surut, dan malam naik lagi nggak bisa selamatkan barang dan semua barang hanyut," kata Tohar, warga RT 08 RW 02.
Jumlah pengungsi di sekolah Santa Maria kini mencapai 2.000 orang. Pengungsi juga menguasai jalur busway di Jatinegara.
Satu lajur di Jalan Otto Iskandar Dinata juga digunakan untuk parkir pengungsi, sehingga arus lalu lintas di jalan itu macet. Kemacetan serupa terjadi jalur busway yang digunakan untuk kendaraan umum.
(aan/nrl)











































