Demikian disampaikan Koordinator Layanan Publik Observatorium Bosscha, Hendro Setyanto, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Kamis (3/1/2008).
"Kawasan yang kena meteor itu jangan sampai hilang. Batu disimpan dengan baik dan bekas tumbukannya yang di sawah ya dijaga," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika yang dikonservasi hanya batunya saja, ya sayang. Nah untuk yang di Gianyar, lokasi bekas tumbukannya bisa diperkeras agar tidak rusak oleh air. Pola tumbukannya pun harus dipertahankan," katanya.
Menurut Hendro dengan dipertahankannya lokasi bekas tumbukan, para astronom bisa meneliti sudut datangnya dari arah mana, serta kecepatannya. "Kecepatannya bisa diketahui dengan meneliti dari ukuran serta bunyi ledakannya," ujar Hendro.
Ketika disinggung apakah Bosscha akan mengirimkan tim ke Bali untuk pengamatan, Hendro mengaku hingga saat ini belum ada rencana. Namun, dia menyatakan hal itu akan dibahas. "Saya sih ingin sekali ke sana. Tapi belum tahu nih, karena harus dibahas dulu. Kalau ada sponsor sih, berangkat saja," ucapnya. (ern/djo)











































