"Nggak juga (terganggu). Tugas utama saya sebagai jubir. Saya pikir pada waktu-waktu tertentu saya bisa menyumbangkan pikiran untuk Partai Demokrat. Jadi tak perlu dikhawatirkan," tegas Andi saat dihubungi detikcom, Kamis (3/1/2008).
Andi mengaku beruntung bisa menjadi Jubir Presiden SBY, karena praktis dia bisa mengetahui pemikiran SBY dan Partai Demokrat yang didirikannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Andi, bukan persoalan jabatan kenapa dia bersedia menerima pinangan Partai Demokrat. Dia lebih melihat Partai Demokrat sebagai partai yang berkembang dan tepat untuk orang-orang yang ingin menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk Indonesia sebagai bangsa majemuk, di mana demokrasi dan kesejahteraan diharapkan bisa berjalan beriringan.
"Jadi silakan orang berpikir apa saja, bagi saya saya jalankan tugas saja jadi jubir. Dan berjuang di Partai Demokrat merupakan satu kehormatan," tandasnya.
(umi/nrl)











































