Keluarga Bhutto pun menuntut penyelidikan oleh PBB, sebagaimana penyelidikan serupa yang pernah dilakukan terhadap Mantan Perdana Menteri Libanon Rafiq Hariri pada Februari 2005 silam. Namun Gedung Putih menanggapi dingin permintaan keluarga Bhutto.
Gedung Putih menilai tidak perlunya keterlibatan PBB untuk menginvestigasi kematian Bhutto. Alasan yang dikemukakan pejabat Gedung Putih karena tim Scotland Yard dari Inggris sudah mengambil alih tugas penyelidikan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perino mengatakan, pemerintahnya menyambut baik keputusan Musharraf yang bekerja sama dengan Inggris dalam mengungkap kematian Bhutto. Gedung Putih, lanjut dia, juga meyakini tim Scotland Yard dapat melakukan tugas dengan baik.
"Apa yang paling penting adalah mereka bekerja dengan cepat dan ditempuh dengan prosedur yang transparan dan sempurna. Sehingga rakyat Pakistan dapat memperoleh jawaban yang mereka inginkan," tutur Perino.
Pernyataan Perino yang menanggapi dingin tuntutan tersebut mendapat reaksi keras dari keluarga Bhutto.
"Kami akan tetap menuntut penyelidikan seperti yang dilakukan terhadap kematian Hariri. Kami akan menulis surat kepada PBB untuk penyelesaian internasional terhadap pembunuhan Bhutto," ujar suami Bhutto, Asif Ali Zardari.
(rmd/ary)
