"Sudah saya instruksikan kepada seluruh camat dan lurah untuk bersiaga menghadapi banjir tahun ini," ujar Walikota Jaksel Sahrul Effendi saat meninjau lokasi pengungsian di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2008).
Sahrul mengaku puas dengan kerjasama yang dibangun antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi banjir. Bahkan Tim SAR pun bergerak cepat saat air di Sungai Ciliwung meninggi dan mulai menggenangi wilayah di sepanang bantara kali sejak dini hari tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Sahrul mengaku masih kesulitan untuk mengevakuasi warga yang enggan mengungsi karena takut barang-barang mereka dijarah selama di pengungsian.
"Padahal tinggi air sudah mencapai 2,10 meter, tapi mereka tetap saja memilih tinggal di atap rumah menjaga barang mereka," cetus Sahrul.
Sahrul juga mengingatkan sejumlah titik rawan yang ada di wilayahnya. Wilayah-wilayah itu antara lain Penggadegan, Kebayoran Baru, Pejaten Timur, dan Bukit Duri.
Sementara itu, pantauan detikcom, sekitar 700 ratusan warga masih memenuhi Kantor Kelurahan Bukit Duri yang dijadikan pos pengungsian. Kebanyakan warga hanya beralas tikar.
Bahkan beberapa pengungsi sudak mulai dijangkiti penyakit. Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ratnasari mengatakan, sebanyak 82 orang mulai terjangkit penyakit. 10 orang diantaranya terkena diare, penyakit pernapasan atau ispa (29), penyakit kulit (13), dan penyakit lainnya (30).
"Totalnya ada 82 orang. Tapi persediaan obat saat ini masih sangat mencukupi untuk para korban. Kita masih punya cadangan satu mobil lagi," cetus Ratna.
(rmd/ary)










































