Kepala Dinas Pertanian Jateng Aris Budiono mengatakan, dari laporan yang diterimanya, sebanyak 17 kabupaten dihantam banjir. Pihaknya menurunkan tim untuk melakukan verifikasi data, Kamis (3/1/2008).
Hingga saat ini, luas areal persawahan yang terkena banjir mencapai 29.048 hektare. Terluas berada di Sragen dengan 10.382 hektare dan Grobogan (5.060 hektare).
Areal yang terkena banjir ditanami padi yang umurnya berkisar antara 10-85 hari. "Kami minta kabupaten/ kota mengklasifikasi lagi soal berapa luas lahan yang ditanami padi berumur 10 hari, dan lain-lain," jelas Aris ketika dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (2/1/2008).
Aris menyatakan, banjir memang berpengaruh terhadap produksi pangan. Namun pengaruh itu tidak akan mengganggu ketersediaan pangan.
Berdasarkan data Oktober 2007, stok padi di Jateng berjumlah 8.128.394 ton padi kering giling. Jika dikalkulasi, maka jumlah tersebut bisa dijadikan padi sebesar 4.490.938 ton.
"Stoknya masih mencukupi. Kondisinya aman," ungkapnya.
Untuk mengurangi penderitaan petani korban banjir, dinas pertanian telah menyetorkan data mengenai sawah yang terkena banjir ke pemerintah pusat. Data tersebut akan digunakan untuk mencairkan bantuan berupa benih dan pupuk. (try/djo)











































