Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Sunarto dalam diskusi "Refleksi Bencana 2007 untuk Mereduksi Risiko Bencana 2008" di Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu, (2/1/2008).
"Berdasar catatan kami, gempa bumi tidak terjadi pada bulan Oktober. Namun tsunami, tanah longsor, angin ribut, gunung berapi meletus terjadi. Bencana banjir dan gelombang pasang yang paling sering terjadi," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sebaran gempa, dia mengungkapkan, Pulau Jawa merupakan daerah yang paling sering terjadi gempa, disusul Sumatera, Kepulauan Maluku, Sulawesi, Bali dan Papua.
"Kalimantan paling sedikit. Kalau pun ada hanya efek dari gempa yang terjadi di daerah lain," kata staf pengajar pasca sarjana UGM itu.
Selain gempa, banjir juga menjadi langganan beberapa wilayah Jawa baik yang ada di Pantai Utara Jawa maupunn Pantai Selatan Jawa. Banjir terjadi pada Januari, Februari dan Desember. Pemicunya adalah curah hujan tinggi yang terjadi pada bulan tersebut.
Gelombang pasang dan rob juga sering terjadi akibat pengaruh gaya tarik bulan terhadap air laut terutama saat bulan purnama.
"Khusus banjir akibat meluapnya Bengawan Solo, lebih banyak disebabkan faktor manusia, yakni dibukanya pintu air Waduk Gajah Mungkur demi alasan keamanan bangunan agar tak jebol. Ancaman waduk jebol juga bisa terjadi di waduk yang lain bila air tinggi dan sudah tak tertampung lagi," bebernya.
Dia mengatakan, upaya mitigasi bencana perlu dilakukan di antaranya dengan membangun sumur resapan.
Untuk itu perlu adanya koordinasi lintas departemen dalam penanganan bencana serta sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, seperti di perbukitan dan daerah bantaran sungai.
(bgs/umi)










































