171 Rumah di Tawangmangu Terancam Bencana Longsor

171 Rumah di Tawangmangu Terancam Bencana Longsor

- detikNews
Rabu, 02 Jan 2008 13:57 WIB
Yogyakarta - 171 rumah di Dusun Mogol Desa Ledoksari Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Solo terancam longsor. Sebab rumah-rumah tersebut berada di lembah yang dikelilingi perbukitan terjal dengan kemiringan lereng lebih dari 30 derajat.

Hal itu diungkapkan oleh Danang Sri Hadmoko, peneliti Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Universtas Gadjah Mada (UGM) saat menyampaikan hasil rapid survey Longsor Lahan di Tawangmangu Karanganyar dalam diskusi "Refleksi Bencana 2007 untuk Mereduksi Risiko Bencana 2008, Rabu (2/1/2008).

"Dari 199 rumah di Dusun Mogol, sebanyak 12 rumah hancur dan 7 buah rumah rusak sedang dan ringan. Saat ini ada 171 rumah yang rawan terjadi longsor berikutnya," kata Danang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Danang, longsor berikutnya di wilayah itu sangat mungkin terjadi. Sebab sebagian besar rumah berada di lembah yang dikelilingi perbukitan yang terjal dengan kemiringan lereng lebih dari 30 derajat. Sebagian besar wilayah yang terkena longsor adalah tegalan atau kebun dengan sistem teras.

"Ini sangat rentan, sehingga kejadian bisa berulang lagi meski dengan intensitas berbeda. Apalagi di saat musim hujan dengan curah hujan yang sangat tinggi. Namun warga sampai sekarang belum menyadari karena beranggapan belum pernah terjadi di wilayah itu," papar Danang.

Dia mengatakan bencana longsor di Dusun Mogol memakan korban sebanyak 71 jiwa diakibatkan karena terjadi pada malam hari saat warga tertidur. Akibatnya banyak warga yang tidak bisa menyelamatkan diri. "Selain itu, tipe longsoran adalah rotasi dengan jarak luncur 126,7 meter dalam waktu kurang dari 10 menit," katanya.

Berdasarkan data stasiun pengukur curah hujan, yakni Stasiun Tapak, sebelum longsor pada tanggal 25 Desember 2007, curah hujan mencapai tertinggi 240 mm/hari. Sedang curah hujan terendah sebesar 175 mm/hari. Padahal tiga hari sebelumnya tidak terjadi hujan deras. Hujan deras terakhir terjadi pada tanggal 21 Desember 2006.

"Ini yang jadi salah satu penyebab dan curah hujan terbesar dalam 17 tahun terakhir dalam waktu 12 jam untuk wilayah sekitar Tawangmangu," kata Danang.
(bgs/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads