Demikian disampaikan Pengamat Astronomi Bosscha Hendro Setyanto saat dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (2/01/2008). Menurutnya setiap malam puluhan meteor jatuh ke bumi, namun jarang yang hingga masuk ke bumi. Sebab, biasanya sudah hancur di lapisan atmosfer.
"Nah karena masuk ke bumi, jadi luar biasa dan cukup berbahaya. Meski sebesar kelereng, kalau kena kepala kita bisa pecah. Karena kecepatannya sangat kencang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan peristiwa jatuhnya meteor yang menarik terjadi di kawasan hutan Siberia pada 30 Juni 1908. Akibatnya, ratusan mil persegi hutan di sana rusak. Para saksi melihat bola api membelah langit, yang disusul ledakan dahsyat.
Ledakan juga ditandai dengan tiupan badai panas sangat kencang dan bergemuruh. Sehingga mampu memecahkan jendela rumah-rumah di desa terdekat. Partikel-partikel kecil tertiup ke atmosfer hingga langit malam menjadi terang-benderang untuk beberapa hari.
Di negara maju, jelasnya, kini sudah dikembangkan peralatan untuk mengamati meteor yang akan masuk ke bumi. Pengamatan tersebut bisa diketahui titik orbit meteor itu. Dengan demikian, kapan dan di mana meteor itu jatuh bisa terdeteksi. Sehingga bisa dilakukan secara dini mitigasi
bencana.
"Kalau di Indonesia kita hanya bisa menunggu saja kapan meteor itu jatuh di sini. Yah wassalam," ujarnya. (ern/djo)











































