"Kemungkian benar meteor yang jatuh. Tetapi hubungan antara lubang besar, suara ledakan, dan 3 batu hitam kecil belum bisa saya simpulkan. Saya perlu informasi kondisi tanahnya," ujar Thomas dalam surat elektroniknya kepada detikcom, Rabu (2/1/2008).
Thomas juga menduga ada batu meteorit yang lebih besar yang masuk ke dalam tanah (kalau tanahnya agak lunak) atau ada lebih banyak pecahan batu meteorit di sekitar lokasi.
"Kasus serupa pernah terjadi di Pontianak April 2003 dan ada staf LAPAN Pontianak yang ikut menyaksikan lokasi jatuhnya meteor sebesar kelapa yang bisa diambil dari dalam tanah yang lembek," demikian Thomas.
Lokasi ditemukannya meteorit di Gianyar sendiri berupa kubangan di sawah yang lembek.
(nrl/umi)











































