Salah satu pengojek bernama Eko (15) mengaku mengoperasikan getek kayu berukuran 1 x 2 meter bersama 7 temannya. Satu getek didorong 2-3 orang.
"Kita beroperasi sejak pukul 03.00 WIB subuh tadi," ungkap Eko kepada detikcom yang menumpang geteknya, Rabu (2/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya sebatas perabot rumah tangga, pakaian dan barang-barang elektronik seperti TV, VCD dan radio saja. Para pengojek getek ini juga menerima permintaan mengangkut motor.
"Kalau orang tarifnya Rp 1.000, tapi kalau bawa barang paling murah Rp 3.000. Sedangkan motor tarifnya Rp 10.000-Rp 15.000," ungkap Eko.
Hingga pukul 11.30 WIB, Eko mengaku sudah mengangkut sekitar 40 penumpang. Jika penumpangnya membayar tarif rata-rata Rp 3.000, hingga siang ini Eko sudah mengantongi minimal Rp 120 ribu.
Di wilayah RT 08, sedikitnya ada sekitar 200 rumah warga. 100 Rumah di antaranya terendam banjir setinggi 2 meter. Wilayah ini memang landai, sehingga saat Ciliwung meluap, daerah inilah yang pertama kali terkena banjir.
Untuk mengantisipasi banjir yang menyambangi rumah mereka setiap tahunnya, warga membangun rumah dua lantai. Biasanya jika banjir masih di kisaran 1-2 meter, warga masih bertahan di rumah dan menolak ke pengungsian. Aktivitas mereka dilakukan di lantai 2 rumahnya.
Sedangkan warga yang rumahnya tidak bertingkat terpaksa mengungsi ke tempat-tempat pengungsian, seperti masjid dan sekitarnya.
Salah satu warga, Ngatni (50), mengaku sudah sejak 3 hari mengosongkan lantai 1 rumahnya dari barang-barang. "Kita jaga-jaga kalau banjir. Barang-barang dinaikkan ke lantai 2," katanya. (umi/nrl)











































