Tahun 2008, Penentu Kinerja SBY-JK

Tahun 2008, Penentu Kinerja SBY-JK

- detikNews
Rabu, 02 Jan 2008 12:05 WIB
Jakarta - Tahun 2008 menjadi waktu penentu bagi pemerintah SBY-JK meraih hati rakyat. Jika pada 2008 ini SBY-JK masih gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerintah tidak akan lagi mendapat kepercayaan dari rakyat.

"Tahun 2008, saatnya pemerintah membuktikan kepada publik atas kinerjanya. Tidak bisa lagi hanya retorika dan mengumbar wacana. Kalau masih ingin mendapat dukungan rakyat," kata Wakil Ketua MPR AM Fatwa kepada detikcom di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/1/2008).

Politisi PAN ini meminta SBY mengkonsolidasikan seluruh kekuatan kabinet untuk lebih fokus menyelesaikan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan seperti janji-janji saat kampanye.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, lanjut dia, banyak yang mensinyalir konsolidasi dan koordinasi di internal kabinet sangat lemah dan rapuh. Sehingga program pemerintah tidak dapat berjalan mulus.

"Pemerintah harus betul-betul menyingsingkan lengan baju untuk memenuhi janji-janjinya saat kampanye. Saat ini diperlukan langkah-langkah konkret," ujarnya.

Menurut Fatwa, menteri-menteri harus dikoordinasikan agar program berjalan lebih efektif.
Libur Panjang

Selain itu, Fatwa menyayangkan kebijakan pemerintah mengenai libur panjang karena hari kejepit. Kebijakan tersebut dinilai Fatwa mengajari masyarakat Indonesia menjadi pemalas.

"Saya menyesalkan libur terlalu panjang. Ini mendidik orang menjadi malas, padahal birokrasi kita ingin diefektifkan dan direformasi," pungkasnya. (mly/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads