Otopsi PMI: Pendaki Tewas di Gunung Salak Ternyata Perempuan

Otopsi PMI: Pendaki Tewas di Gunung Salak Ternyata Perempuan

- detikNews
Rabu, 02 Jan 2008 01:20 WIB
Sukabumi - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di Puncak Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Mayat tersebut diduga berjenis kelamin laki-laki. Namun setelah diotopsi PMI, ternyata mayat tersebut perempuan.

"Hasilnya keluar pukul 00.30 WIB. Mayat ini perempuan kira-kira 30 tahun," ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak Bambang Supriyanto kepada detikcom, Rabu (2/1/2008).

"Wah ternyata perempuan. Soalnya tadi waktu saya lihat, wajahnya mirip sekali laki-laki. Alisnya, hidungnya, dan mulutnya seperti laki-laki. Kalau melihat pertama pasti mengatakan, itu laki-laki. Ternyata mayat perempuan," sambungnya seraya minta maaf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dibawa ke pos penjagaan Balai Taman pada 1 Januari 2008 pukul 21.45 WIB, Tim SAR tidak membuka pakaian korban. Mereka hanya melihat mayat itu mengenakan kaos bergaris biru, putih, dan coklat. Tubuhnya juga dibalut jaket parasut coklat yang di bagian punggungnya bertuliskan 'Black' dan bermerek OP. Jaketnya terkancing rapat.

Perempuan itu mengenakan celana jeans biru dan sandal jepit. Tubuhnya kurus, dan tingginya sekitar 160 cm. Jari tangannya mengepal di depan perut seperti orang kedinginan.

Rambut perempuan itu pendek dan potongannya memang seperti laki-laki. Tak heran anggota Tim SAR merasa heran saat menemukan bra dan celana dalam di dalam ransel putih yang dibawa orang tersebut, selain 3 kaos.

Mayat yang sudah dimasukkan ke kantong jenazah warna kuning itu hanya sekitar 10 menit berada di pos penjagaan. Selanjutnya dibawa ke PMI untuk diotopsi.

"Tidak ditemukan tanda kekerasan sedikitpun. Kemungkinan besar karena dia tidak makan sehingga kelaparan," imbuh Bambang.

Bila pendaki tidak makan, menurutnya, akan berdampak mental dan fisik. "Kalau dalam waktu 1-2 jam tidak diatasi, akan susah. Sebab harus melawan dingin dan kehabisan tenaga. Agar tubuh panas kan butuh asupan," jelas Bambang. (nvt/nvt)


Berita Terkait