"Hasilnya keluar pukul 00.30 WIB. Mayat ini perempuan kira-kira 30 tahun," ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak Bambang Supriyanto kepada detikcom, Rabu (2/1/2008).
"Wah ternyata perempuan. Soalnya tadi waktu saya lihat, wajahnya mirip sekali laki-laki. Alisnya, hidungnya, dan mulutnya seperti laki-laki. Kalau melihat pertama pasti mengatakan, itu laki-laki. Ternyata mayat perempuan," sambungnya seraya minta maaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan itu mengenakan celana jeans biru dan sandal jepit. Tubuhnya kurus, dan tingginya sekitar 160 cm. Jari tangannya mengepal di depan perut seperti orang kedinginan.
Rambut perempuan itu pendek dan potongannya memang seperti laki-laki. Tak heran anggota Tim SAR merasa heran saat menemukan bra dan celana dalam di dalam ransel putih yang dibawa orang tersebut, selain 3 kaos.
Mayat yang sudah dimasukkan ke kantong jenazah warna kuning itu hanya sekitar 10 menit berada di pos penjagaan. Selanjutnya dibawa ke PMI untuk diotopsi.
"Tidak ditemukan tanda kekerasan sedikitpun. Kemungkinan besar karena dia tidak makan sehingga kelaparan," imbuh Bambang.
Bila pendaki tidak makan, menurutnya, akan berdampak mental dan fisik. "Kalau dalam waktu 1-2 jam tidak diatasi, akan susah. Sebab harus melawan dingin dan kehabisan tenaga. Agar tubuh panas kan butuh asupan," jelas Bambang. (nvt/nvt)










































