Pria tanpa nyawa tersebut ditemukan di Puncak Gunung Salak I, dengan ketinggian 2.080 meter dpl. Meski tubuhnya masih utuh, namun dia diperkirakan meninggal pada 30 Desember 2007.
Mayat itu ditemukan Dimas (21), salah satu pendaki yang akan menghabiskan tahun baru di Gunung Halimun Salak pada 31 Desember 2007. Dimas lantas melaporkannya kepada petugas. Selanjutnya, untuk mengevakuasi korban, diturunkan sekitar 21 orang dari Tim SAR, kepolisan, dan petugas Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayat pria itu pun dibawa ke pos penjagaan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dan tiba pukul 21.45 WIB.
Diduga pria tersebut tewas lantaran kekurangan makanan. ""Ini pria usia kira-kira 18 tahun. Itu dilihat dari wajahnya. Diduga korban naik melalui jalan tikus. Sejak Lebaran 2007, pendakian ke Gunung Salak memang ditutup untuk umum," ujar Kepala Balai Taman Nasional Bambang Supriyanto kepada detikcom, Selasa (1/1/2008) di pos penjagaan.
Jalan tikus yang ada di Gunung Salak dan biasa dilewati para pendaki antara lain Jalur Kuta Jaya. Dengan jalur tersebut, waktu tempuh menuju puncak gunung sekitar 5-6 jam.
"Diduga korban menggunakan jalan pendakian tradisional lainnya yaitu Jalur Citaman, Cimalati atau Curug Nangka," imbuh Bambang.
(nvt/nvt)











































