2 Satpam Deejay Cafe Kuta Tewas Dibantai Preman

2 Satpam Deejay Cafe Kuta Tewas Dibantai Preman

- detikNews
Selasa, 01 Jan 2008 17:10 WIB
Denpasar - Tahun Baru 2008 menjadi hari naas bagi Wayan Suparta (45) dan Ketut Mustiada (45). Warga Denpasar ini tewas dibantai belasan preman saat bertugas.

Mayat kedua satpam ini ditemukan pukul 08.00 Wita, Selasa (1/1/2008) di areal parkir Deejay Cafe, tempatnya bekerja yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Kuta.

Kondisi mayar Suparta dan Mustiada sangat mengenaskan. Tubuhnya bersimbah darah. Dada Suparta menganga akibat bacokan senjata tajam. Tidak hanya itu, sikunya pun nyaris putus. Beberapa bagian tubuhnya juga mengalami luka bacok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Mustiada mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh, tusukan di kepala, luka di muka, punggung dan lambung. Jasad keduanya sudah diotopsi di RSUP Sanglah.

Informasi yang dihimpun dari petugas polisi menyebutkan, peristiwa diduga terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Saat itu kafe tersebut masih menggelar pesta Tahun Baru yang dilangsungkan semalam suntuk.

Deejay Cafe biasa memberlakukan cash drink untuk para pengunjungnya.

Di malam sebelum kejadian, seorang preman yang biasa datang ke kafe dan tidak pernah membayar, diminta membayar. Kedua satpam itu merasa tidak enak mempersilahkan pria yang identitasnya masih disembunyikan tersebut masuk karena pemilik kafe dan keluarganya ada di dalam.

Namun pria tersebut tidak berkenan dengan aturan baru untuknya itu. Dia lalu meninggalkan lokasi untuk memanggil teman-temannya. Bersama belasan anggota gengnya, dia kemudian kembali mendatangi kafe sambil membawa senjata tajam.

Mereka langsung menyerang dan melemparkan botol minuman kepada Suparta dan Mustiada. Perkelahian sengit pun terjadi di areal parkir kafe di kawasan Kuta Square tersebut.

Namun peristiwa sengit itu tidak tercium pengunjung kafe yang sedang asyik menikmati suguhan hiburan Tahun baru. Apalagi pengunjung kafe baru meninggalkan lokasi pukul 11.00 Wita.

Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Yovianes Mahar kepada wartawan mengaku masih memburu para tersangka. "Kasus ini masih dalam penyelidikan," katanya.

Saat ditanya apakah kejadian ini melibatkan preman yang suka membuat ulah di Kuta, Yovi mengaku belum tahu. "Kita belum tahu apakah ini ulah kelompok tertentu atau kelompok-kelompok yang sengaja merusak suasana Tahun Baru. Kita masih menyelidiki kasus ini," ujarnya.

Namun polisi telah mengamankan barang bukti berupa pisau dan pedang, serta mobil milik Mustiada di Polsek Kuta. (umi/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads