Selain perairan Ambon, gelombang tinggi juga melanda Laut Banda, Kei, Tanimbar, Aru dan Arafura.
Staf Operasional Geofisika Ambon Mega kepada detikcom, Selasa (1/1/2008), menuturkan, kondisi gelombang tinggi ini sangat riskan bagi pelayaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Pantauan detikcom di perairan antara Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Pulau Ambon, gelombang tinggi sempat menakutkan sejumlah warga yang hendak menuju Pulau Ambon.
"Dengan kapal motor bermesin tempel seperti ini, kami tak berani melayari gelombang tinggi seperti ini," ujar Salem, pengemudi KM Syaiful Bahri.
Puluhan kapal nelayan memilih tidak melaut. Mereka khawatir dengan tingginya gelombang. "Sejak kemarin, laut kurang bersahabat. Bahkan gelombang sangat tinggi. Jadi sementara waktu kami tidak melaut," ungkap Muhammad Lisaholit (42), warga desa
Luhu, Kabupaten SBB.
Hal yang sama dibenarkan Abdullah Palisoa (40), salah satu nakhoda kapal. "Sejak semalam, kami pantau keadaan laut. Ternyata sampai subuh tadi, gelombang masih tinggi. Ini tidak baik untuk melaut," ujarnya.
Selain gelombang tinggi di beberapa perairan, Badan Geofisika Ambon menyebutkan, gelombang laut setinggi 1,25 sampai 2,5 meter juga akan terjadi di Laut Seram, Laut Halmahera dan Laut Maluku.
(han/umi)











































