Seperti yang dialami Joni, warga Slawi, Jawa Tengah. Disaat puluhan rekannya sudah pulang kampung, dia malah terus menjajakan dagangannya yang masih banyak.
"Saya baru pertama kali dagang terompet. Eh malah gak laku-laku," ujar Joni kepada detikcom saat menjajakan dagangannya di depan TK ST Theresia, Jl H Agus Salim, Jakarta, Selasa (1/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modalnya ada 3 jutaaan. Sekarang 300 ribu saja belum dapat. Makanya saya belum bisa pulang. Tadi istri saya telepon minta uang, saya ya gak bisa kirim," kata Joni dengan logat ngapak yang kental.
Joni mengaku tidak akan terlalu ambil pusing dengan kerugian yang dideritanya. "Kalau dipikir-pikir malah jadi stres," imbuhnya.
Ratusan terompet yang masih tersisa tersebut oleh Joni akan disimpannya untuk dijual tahun depan. "Tapi kalau rusak ya dibuang saja,"ujarnya kesal.
(anw/ary)











































